Kelima aset tersebut terdiri dari stablecoin, aset kripto utama hingga altcoin yang tengah populer di kalangan trader.
Tether (USDT) menempati posisi teratas sebagai aset kripto yang paling banyak di perdagangkan di Indonesia. Stablecoin yang nilainya di patok terhadap dolar AS ini memang menjadi pilihan utama trader untuk berpindah antar aset tanpa harus mencairkan dana ke mata uang fiat.
Karena harganya relatif stabil, USDT banyak di gunakan sebagai aset penyimpanan sementara saat kondisi pasar sedang fluktuatif.
Bitcoin (BTC) masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu aset favorit investor Indonesia. Sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, Bitcoin di kenal memiliki likuiditas tinggi dan menjadi acuan utama pergerakan pasar kripto global.
Tingginya volume perdagangan BTC menunjukkan minat investor lokal terhadap aset kripto utama masih sangat kuat meski pasar mengalami volatilitas.
Ethereum (ETH) juga masuk dalam daftar aset paling aktif di perdagangkan sepanjang April 2026. Selain digunakan sebagai instrumen investasi, ETH memiliki fungsi penting dalam ekosistem blockchain seperti DeFi, NFT, hingga aplikasi terdesentralisasi.
Popularitas Ethereum terus meningkat seiring berkembangnya penggunaan teknologi smart contract di industri blockchain.
Salah satu nama yang cukup mengejutkan dalam daftar adalah PIPPIN. Token berbasis ekosistem Solana ini ramai di perbincangkan karena terkait tren AI agent yang sedang berkembang di dunia kripto.
PIPPIN di kenal sebagai aset dengan volatilitas tinggi dan banyak diminati trader aktif yang mencari peluang keuntungan jangka pendek.
BitTorrent Token (BTT) turut masuk dalam daftar aset dengan volume transaksi terbesar. Token yang berjalan di jaringan Tron tersebut di gunakan dalam ekosistem berbagi file BitTorrent.
Meski memiliki harga per unit yang relatif rendah, BTT tetap aktif diperdagangkan karena frekuensi transaksinya tinggi di kalangan trader ritel.
Data perdagangan April 2026 menunjukkan pasar kripto Indonesia masih cukup dinamis dengan kombinasi aset stablecoin, kripto berkapitalisasi besar, hingga altcoin spekulatif.
Meski demikian, investor tetap diimbau untuk melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum berinvestasi di aset kripto mengingat pergerakan pasar yang sangat fluktuatif dan berisiko tinggi.***
JAMBI, Signalberita.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam…
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…