MERANGIN, SIGNALBERITA.COM – Keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan perumahan subsidi Zahdan Residence, Kabupaten Merangin, menjadi perbincangan hangat warga. Program yang di gagas untuk menunjang gizi anak-anak ini menuai polemik lantaran lokasinya di nilai kurang tepat.
Sebagian warga mengaku tak mengetahui adanya pembangunan dapur tersebut.
“Kami tidak tahu. Setahu saya, tidak ada pembangunan dapur,” kata seorang warga Zahdan Residence, Senin (13/10/2025).
Warga itu mengaku khawatir bila dapur tersebut beroperasi di lingkungan perumahan. Aktivitas seperti memasak, mencuci, hingga distribusi bahan pangan di anggap berpotensi mengganggu kenyamanan warga, terutama pada malam hari.
“Bukan menghalangi orang berusaha, tetapi harusnya usaha seperti ini berada di tempat yang strategis, bukan di perumahan yang mengganggu ketenangan masyarakat saat jam istirahat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kurangnya sosialisasi terkait pembangunan dapur tersebut. “Sampai saat ini, kami belum menerima sosialisasi apa pun terkait pembangunan ini,” katanya.
Menanggapi hal itu, Elviana, selaku pengelola program MBG, mengatakan bahwa diri nya memastikan pembangunan dapur tersebut telah melalui prosedur yang semesti nya.
“Sudah koordinasi dengan SPPI Merangin, dindo. Mohon dukungannya agar segera beroperasi supaya anak-anak Merangin lekas menikmati MBG ini,” ujar Elviana saat di konfirmasi, Senin (14/10/2025).
Ia menegaskan, lokasi dapur di kawasan perumahan bukan masalah baru. Menurutnya, dapur serupa juga dibangun di wilayah padat penduduk seperti Kota Jambi, dan tetap berjalan baik tanpa kendala berarti.
“Tidak ada masalah dengan lokasi perumahan. Di tengah padatnya Kota Jambi juga di bangun dapur-dapur MBG,” tegasnya.
Elviana menambahkan, hingga kini Kabupaten Merangin merupakan salah satu daerah di Provinsi Jambi yang belum sepenuhnya menjalankan program MBG. Ia berharap dukungan masyarakat agar dapur segera beroperasi dan program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi anak-anak Merangin.(Tim)








