JAKARTA, SIGNALBERITA.COM — Pemerintah resmi meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan total anggaran mencapai Rp130 triliun. Program ini di rancang tidak hanya untuk mempercepat pembangunan rumah rakyat, tetapi juga mendorong peran UMKM kontraktor di berbagai daerah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program ini akan menjadi pendorong utama sektor perumahan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil di sektor konstruksi.
“Jadi ini di luncurkan untuk kredit perumahan, di mana pemerintah menyediakan anggaran on top Rp130 triliun,” ujar Airlangga, di kutip Kamis (23/10/2025).
Melalui skema KUR Perumahan ini, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 320 ribu unit rumah, dengan sistem kredit yang dapat berputar hingga Rp20 miliar melalui platform digital khusus untuk UMKM kontraktor.
Airlangga juga meminta kepala daerah—gubernur, wali kota, dan bupati—**aktif mendukung kontraktor lokal agar bisa berpartisipasi dalam pembangunan rumah rakyat, sebagai bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah.
Selain pembangunan baru, program ini juga mencakup fasilitas renovasi dan perbaikan rumah, dengan alokasi anggaran Rp17 triliun. Pemerintah menegaskan, sistem informasi kredit akan di buat lebih terbuka agar perbankan dapat menyalurkan pembiayaan secara cepat dan tepat sasaran.
Untuk menjaga keterjangkauan masyarakat, bunga pinjaman di batasi maksimal 6 persen, yang di harapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi rumah tangga penerima program.***








