KERINCI, SIGNALBERITA.COM – Peta politik di Kerinci kembali berubah, setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) serentak Partai Amanat Nasional (PAN) pada Sabtu (15/11/2025).
Monadi yang merupakan Bupati Kerinci, resmi di tetapkan sebagai Ketua DPD PAN Kerinci. Penetapan ini menandai berakhirnya Pimpinan Muksin Zakaria, yang selama ini menjadi figur sentral di tubuh PAN Kerinci.
Musda yang di pimpin langsung oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ini berlangsung bersamaan dengan Musda PAN di Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Total 81 DPD memilih ketua baru secara serentak. Dari Jambi, Ketua DPW PAN Al Haris hadir mendampingi jalannya sidang melalui sambungan virtual.
Pengamat Politik Kerinci, Mukri Soni, mengatakan bahwa penujukan Monadi sebagai ketua DPD PAN Kerinci, sudah di di prediksi sebelumnya. Karena Hampir seluruh DPP partai menengah pasti melirik kepala daerah untuk di jadikan kader termasuk menjadi ketua DPD.
“Ya, sebelum sudah di prediksi pak Monadi akan mengambil kendali dari Partai PAN Kerinci, Apa lagi Pak Monadi memang kader PAN,”ujarnya.
Menurutnya pada Pemilihan Legislatif lalu, Muksin menjadi evaluasi dari DPW dan DPP, karena gagal mempertahankan kursi PAN pada November 2024 lalu.
“Pada Pileg 2024 lalu, PAN gagal mempertahankan Kursi pimpinan PAN, mungkin ini menjadi catatan dari DPP dan DPW,”tambahnya.
Pergantian Kekuatan Sinyal Politik DPP
Keputusan DPP PAN mengangkat Monadi di baca banyak pihak sebagai sinyal kuat,PAN ingin merombak barisan lama dan menyiapkan mesin politik baru menjelang kontestasi besar 2029.
Penunjukan kepala daerah aktif sebagai ketua DPD juga mengisyaratkan kebutuhan PAN akan figur yang memiliki modal elektoral kuat.
Monadi, yang kini berada di puncak karier politiknya sebagai Bupati Kerinci, dianggap mampu memberikan energi baru. Sementara sosok Muksin Zakaria—yang sebelumnya menjadi figur penting—nampaknya harus merelakan panggung PAN Kerinci di rebut sepenuhnya oleh kekuatan baru.
Setelah terpilih Ketua DPW PAN Jambi, Al Haris, meminta seluruh ketua terpilih segera menyusun komposisi kepengurusan sebelum pelantikan serentak di gelar.
“Setelah ini, ketua terpilih membentuk kepengurusan, kemudian akan di laksanakan pelantikan pengurus secara serentak,” ujar Al Haris.(Ketua DPW PAN Jambi, Al Haris, meminta seluruh ketua terpilih segera menyusun komposisi kepengurusan sebelum pelantikan serentak di gelar.
“Setelah ini, ketua terpilih membentuk kepengurusan, kemudian akan di laksanakan pelantikan pengurus secara serentak,” ujar Al Haris
PAN Kerinci Babak Baru
Dengan komposisi kepemimpinan yang baru, PAN Kerinci diprediksi akan mengalami perubahan strategi besar. Monadi dan Alfin bukan hanya membawa pengaruh sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai aktor politik yang mampu menggerakkan loyalis dan memperluas jaringan dukungan partai.
Ketua Umum Zulhas juga mengumumkan tim formatur yang akan menyusun kepengurusan lima tahun ke depan. Pergeseran ini jelas menunjukkan bahwa PAN sedang membangun fondasi jangka panjang untuk mempertahankan relevansinya di Jambi.
Konsolidasi atau Perebutan Pengaruh?
Penetapan Monadi dapat dibaca sebagai langkah konsolidasi, namun juga tak menutup kemungkinan menjadi fase awal perebutan pengaruh di internal PAN Kerinci. Dengan bergesernya peran Muksin Zakaria, muncul pertanyaan: apakah perubahan ini akan membawa PAN Kerinci ke arah stabilitas baru atau justru memunculkan faksi baru?
Satu hal yang pasti: peta politik Kerinci dan Sungai Penuh tidak akan sama lagi. PAN kini berada di bawah komando dua kepala daerah yang sama-sama ambisius dan memiliki kekuatan massa tersendiri.
Perjalanan mereka akan menentukan arah baru PAN, sekaligus menentukan siapa yang benar-benar menjadi navigator utama dalam gelanggang politik Kerinci ke depan.(Tim)








