SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Petani kentang di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, tengah menghadapi tekanan berat akibat merosotnya harga jual kentang di tingkat gudang. Saat ini, harga kentang hanya berkisar Rp4.000 per kilogram, jauh dari angka yang mampu menutup biaya produksi.
Sejumlah petani menilai harga tersebut tidak sebanding dengan modal besar yang telah di keluarkan selama masa tanam. Biaya pembelian bibit, pupuk, obat-obatan, hingga ongkos tenaga kerja membuat keuntungan nyaris mustahil diraih.

Sabda, salah seorang petani kentang, mengungkapkan bahwa kondisi ini memaksa banyak petani menahan hasil panen di lahan. Menurutnya, memanen kentang saat harga rendah justru akan memperbesar kerugian.
“Kalau dipanen sekarang, kami pasti rugi. Modal tidak kembali. Karena itu, banyak petani memilih menunggu sambil berharap harga bisa naik,” kata Sabda, Selasa (13/1/2026).
Kentang, lanjutnya, merupakan komoditas hortikultura yang membutuhkan perawatan intensif dan biaya tinggi. Tanpa jaminan harga yang layak, petani berada dalam posisi rentan secara ekonomi.
Keluhan serupa di sampaikan petani lain di Kayu Aro, daerah yang selama ini di kenal sebagai sentra produksi kentang di Kabupaten Kerinci. Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan, baik melalui pengendalian harga maupun kebijakan perlindungan bagi petani.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab turunnya harga kentang maupun langkah konkret yang akan diambil untuk merespons keluhan para petani.(Fra)








