SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM — Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh mencatat lima kasus demam berdarah dengue (DBD) pada awal 2026. Penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu mulai muncul seiring perubahan cuaca dan meningkatnya intensitas hujan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sungai Penuh, Era Syafitri, mengatakan kondisi para pasien menunjukkan perbaikan. Sebagian penderita masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. “Secara umum kondisi pasien membaik, meski beberapa masih dalam tahap pemulihan,” kata Era, Kamis, 22 Januari 2026.
Era menjelaskan, tren kasus DBD di Sungai Penuh menurun dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, jumlah kasus mencapai 171 orang. Angka itu turun menjadi 85 kasus sepanjang 2025. Meski demikian, ia menilai potensi penularan tetap tinggi, terutama pada musim hujan. “Penurunan kasus tidak berarti risiko hilang,” ujarnya.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan. Warga diminta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang, serta langkah pencegahan tambahan lainnya.
Menurut Era, upaya pencegahan menjadi kunci menekan penambahan kasus agar DBD tidak kembali melonjak di wilayah Sungai Penuh.(Fra)








