JAKARTA, SIGNALBERITA.COM — Pemerintah akan membuka pendaftaran Beasiswa Talenta Indonesia 2026 pada Februari mendatang. Melalui program ini, pemerintah menyiapkan kuota bagi 6.000 murid berprestasi jenjang pendidikan menengah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengembangkan Beasiswa Talenta Indonesia melalui kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Saat ini, kementerian bersama LPDP menyelesaikan tahap akhir pembahasan sekaligus menyiapkan sosialisasi kepada sekolah dan peserta didik. LPDP juga akan mengintegrasikan seluruh proses pendaftaran dan seleksi melalui sistem yang mereka kelola.
Pemerintah merancang Program Beasiswa Talenta Indonesia sebagai jalur fasilitasi karier belajar bagi murid yang meraih prestasi tingkat nasional maupun internasional. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menyelenggarakan atau memfasilitasi ajang yang menjadi dasar pengakuan prestasi tersebut. Melalui skema ini, pemerintah menargetkan keberlanjutan dukungan pendidikan bagi murid berprestasi hingga menempuh pendidikan tinggi.
Prioritaskan STEM dan Prestasi Nasional–Internasional
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene menyatakan pihaknya akan memulai sosialisasi program pada Februari 2026 dan berupaya mendekatkan jadwal sosialisasi dengan waktu pendaftaran. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan LPDP memungkinkan seluruh mekanisme seleksi berjalan dalam satu sistem terpadu.
Pemerintah memprioritaskan bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) bagi peserta yang akan melanjutkan studi ke luar negeri. Selain itu, pemerintah juga menyediakan kuota bagi murid berprestasi di bidang sosial dan seni sesuai ketersediaan kuota.
Dalam pelaksanaan program, pemerintah memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) sebagai basis data nasional rekam jejak prestasi peserta didik. Sistem tersebut mencatat, mengkurasi, serta menghubungkan capaian prestasi murid dengan jenjang pendidikan lanjutan dan perencanaan karier belajar.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah menargetkan agar masyarakat tidak lagi memandang prestasi peserta didik sebagai capaian sesaat berbasis lomba atau kegiatan tertentu. Pemerintah ingin menjadikan prestasi sebagai bagian dari sistem pembinaan talenta nasional yang berkelanjutan.(Tim)








