JAMBI, SIGNALBERITA.COM — Permintaan daerah soal keringanan cicilan rumah langsung dijawab tegas oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Di hadapan para kepala daerah, Ara—sapaan akrabnya—menjanjikan terobosan besar: bunga kredit perumahan diturunkan menjadi 5 persen bagi 16 juta nasabah.
Kebijakan ini, kata Ara, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan negara tak boleh membiarkan rakyat kesulitan mencicil rumah, terutama kelompok berpenghasilan rendah dan pelaku usaha rumahan.
“Kita sudah diskusi dua jam. Saya sudah siapkan proposal penurunan bunga menjadi 5 persen, khususnya untuk ibu-ibu yang berusaha dari rumah,” ujar Ara, disambut tepuk tangan peserta rapat.
Tak hanya soal bunga, Ara membawa empat program strategis yang disebutnya sebagai “oleh-oleh” untuk Al Haris dan jajaran pemerintah daerah:
Pertama, pemberdayaan ekonomi rumah tangga. Kementerian akan menggandeng PNM Mekaar agar rumah yang direnovasi tak sekadar layak huni, tetapi juga produktif sebagai tempat usaha.
Kedua, penataan kawasan kumuh. Pemerintah pusat berkomitmen mengubah lingkungan kumuh menjadi permukiman sehat dan tertata.
Ketiga, percepatan BSPS (Bedah Rumah). Seluruh kabupaten/kota di Jambi dipastikan mendapat alokasi program rumah swadaya.
Keempat, penyederhanaan subsidi. Akses terhadap KPR Tapak dan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah akan dipermudah.
Ara juga memuji kesiapan data yang dibawa Pemprov Jambi. Ia bahkan memastikan akan turun langsung ke lapangan setelah Lebaran, termasuk ke Sulawesi Tengah bersama Gubernur Rusdy Mastura, untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.
“Saya senang bertemu gubernur yang punya hati dan profesional. Bulan April nanti kita hadir langsung ke Jambi dan Sulteng untuk memastikan semuanya on track,” kata Ara.
Dengan paket kebijakan ini, pemerintah berharap beban cicilan masyarakat berkurang, akses hunian layak makin terbuka, dan rumah benar-benar menjadi pusat penguatan ekonomi keluarga.(Gda)








