JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Mantan Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, menanggapi gagalnya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menegaskan, Indonesia harus siap menghadapi berbagai dampak yang mungkin timbul dari situasi tersebut.
Menurut Ma’ruf Amin, kegagalan negosiasi itu menunjukkan adanya kepentingan masing-masing pihak yang belum sepenuhnya sejalan dalam upaya mencapai perdamaian. Ia menilai, jika kedua negara benar-benar mengedepankan kepentingan bersama, maka kesepakatan damai seharusnya dapat tercapai.
“Kalau tidak ada kepentingan tertentu dan semua berfokus pada kebaikan bersama, seharusnya perundingan tidak akan gagal. Kegagalan ini menunjukkan adanya kepentingan yang belum terselesaikan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Ia juga menekankan bahwa konflik antara kedua negara tersebut berpotensi memberikan dampak luas secara global, termasuk terhadap Indonesia. Dampak itu bisa dirasakan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga stabilitas geopolitik.
Karena itu, Indonesia dinilai perlu bersiap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi akibat memanasnya hubungan kedua negara tersebut.
“Iya, Indonesia pasti akan terkena dampaknya. Mau tidak mau kita harus siap menghadapi situasi apa pun yang terjadi,” kata Ma’ruf.
Sebelumnya, perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4/2026), dilaporkan gagal mencapai kesepakatan. Kegagalan tersebut terjadi karena kedua pihak tidak mencapai titik temu dalam sejumlah isu penting, meski telah menyepakati beberapa hal lainnya.
Kondisi ini menambah ketegangan di kawasan dan meningkatkan kekhawatiran akan dampak lanjutan yang dapat memengaruhi stabilitas global.***








