BUNGO, SIGNALBERITA.COM – Para Supir di kabupaten Bungo, mengeluh Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya kesulitan mendapat di SPBU. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas transportasi, tetapi juga berdampak langsung pada pendapatan para pengemudi.
Salah satu sopir lintas Sumatera, Rozali, mengungkapkan bahwa situasi saat ini sudah di luar batas kewajaran. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami sangat kesulitan mendapatkan BBM di SPBU. Kalau terpaksa beli eceran, harganya sangat mahal, bisa mencapai Rp420 ribu per jerigen,” ujarnya.
Harga BBM Eceran Melonjak Drastis
Lonjakan harga BBM eceran menjadi beban tambahan bagi sopir. Dalam kondisi normal, harga masih relatif terjangkau, namun kini melonjak tajam hingga jauh di atas harga wajar.
Akibatnya, para sopir terpaksa tetap membeli BBM dengan harga tinggi agar kendaraan tetap beroperasi. Jika tidak, mereka berisiko kehilangan penghasilan. Biaya operasional pun ikut meningkat, mulai dari bahan bakar hingga kebutuhan perjalanan lainnya.
Distribusi Diduga Tidak Merata
Kelangkaan ini di duga di picu oleh distribusi BBM yang tidak merata. Antrean panjang di SPBU menjadi pemandangan sehari-hari, bahkan tidak semua sopir berhasil mendapatkan BBM meski sudah menunggu lama.
Sebagian sopir memilih beralih ke penjual eceran karena peluang mendapatkan BBM di SPBU sangat kecil, meski harus membayar lebih mahal.
Dampak Ekonomi Mulai Meluas
Krisis BBM ini mulai berdampak ke berbagai sektor. Distribusi barang terganggu karena kendaraan angkutan tidak dapat beroperasi secara maksimal. Hal ini berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di masyarakat.
Pelaku usaha juga mulai merasakan dampaknya, terutama terkait keterlambatan pengiriman dan meningkatnya biaya logistik.
Sopir Desak Pemerintah Bertindak
Para sopir berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis ini. Mereka meminta adanya penambahan pasokan serta pengawasan distribusi agar tepat sasaran.
“Kami berharap pemerintah segera mencari solusi agar kondisi ini tidak terus berlanjut,” tegas Rozali.
Langkah yang Di harapkan
Beberapa solusi yang di harapkan antara lain:
Penambahan pasokan BBM di wilayah Bungo
Pengawasan ketat distribusi agar tidak terjadi penyelewengan
Penertiban penjualan BBM eceran dengan harga tidak wajar
Prioritas distribusi untuk kendaraan logistik dan angkutan umum
Ancaman Jika Di biarkan
Jika tidak segera di tangani, krisis ini berpotensi memperlambat aktivitas ekonomi, memicu kenaikan harga barang, hingga menurunkan kesejahteraan masyarakat. Kepercayaan publik terhadap pemerintah juga bisa terdampak jika tidak ada solusi nyata.***








