JAKARTA, Signalberita.com — Pemerintah tengah menyiapkan skema insentif untuk kendaraan listrik, termasuk sepeda motor listrik. Dua merek lokal yang di sebut masuk dalam pembahasan penerima insentif adalah Alva dan Gesits.
Kedua merek tersebut telah memproduksi sepeda motor listrik di Jawa Barat, salah satu persyaratan yang menjadi pertimbangan dalam pemberian insentif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemberian insentif akan diselaraskan dengan ekosistem kendaraan listrik yang telah dibangun pemerintah. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penggunaan baterai.
“Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits,” ujar Airlangga.
Meski skema dan besaran insentif belum di umumkan secara resmi, Alva dan Gesits saat ini sudah memiliki sejumlah model motor listrik yang dipasarkan di Indonesia.
Daftar Harga Motor Listrik Alva
Alva menawarkan sejumlah model motor listrik dengan segmen dan spesifikasi yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah Alva N3 dan Cervo.
Alva N3 menyasar segmen yang lebih terjangkau untuk penggunaan harian. Model ini di lengkapi baterai serta teknologi pengisian cepat Boost Charge.
Sementara itu, lini Cervo menawarkan performa dan fitur yang lebih tinggi.
Berikut daftar harga yang tercantum:
1. Alva N3: Rp37,5 juta
2. Alva Cervo Q: Rp49,5 juta
3. Alva Cervo X: Rp44,9 juta
4. Alva Cervo: Rp42,75 juta
5. Alva One XP: Rp38,5 juta
Daftar Harga Motor Listrik Gesits
Gesits merupakan salah satu merek motor listrik lokal yang telah lebih dahulu hadir di pasar Indonesia. Produk Gesits menawarkan sejumlah model dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Berikut daftar harganya:
- Gesits G1: Rp28,27 juta
- Gesits GV1 Standard Range: Rp23,956 juta
- Gesits GV1 Long Range: Rp29,9 juta
- Gesits Raya: Rp26,5 juta
Insentif Motor Listrik Masih Menunggu Aturan
Hingga saat ini, pemerintah belum menetapkan secara resmi skema dan besaran insentif yang akan diterima konsumen untuk pembelian motor listrik.
Karena itu, harga di atas merupakan harga yang tercantum saat ini dan belum memperhitungkan kemungkinan potongan dari program insentif pemerintah.
Jika kebijakan tersebut resmi diterapkan, konsumen berpotensi mendapatkan harga pembelian yang lebih terjangkau, tergantung mekanisme dan besaran insentif yang nantinya di tetapkan pemerintah.(*)




















