Jakarta SB– Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan berbagai bantuan untuk membantu petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Bantuan tersebut mencakup benih gratis serta alat dan mesin pertanian (alsintan).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan memperbaiki lahan sawah dan jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan akibat gempa. Perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak.
“Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier, kita akan perbaiki. Itu ditanggung pemerintah pusat, kami yang jamin. Jadi di perbaiki sawahnya, di kirim alsintan,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Selain memperbaiki lahan dan irigasi, pemerintah akan memberikan benih secara gratis kepada petani terdampak. Bantuan ini di harapkan dapat mempercepat masyarakat kembali menggarap lahan dan memulihkan produksi pangan.
Amran meminta seluruh jajaran Kementan mempercepat pelayanan bagi masyarakat terdampak bencana. Prosedur pengajuan bantuan akan di permudah agar petani tidak menghadapi proses birokrasi yang berbelit.
Petani dapat mengajukan kebutuhan bantuan melalui pemerintah daerah maupun penyuluh pertanian lapangan (PPL).
“Cukup PPL. Kita permudah, bypass semua. Itu perintah Bapak Presiden. Jangan persulit rakyat kita yang butuh bantuan,” tegas Amran.
Tak hanya tanaman pangan, pemerintah juga menyiapkan penggantian tanaman perkebunan yang mengalami kerusakan akibat gempa. Komoditas yang akan mendapatkan bantuan antara lain kopi, kakao, dan kelapa.
“Kopi, kakao, kelapa, itu juga kita ganti. Sekarang sudah ada anggarannya. Itu adalah perintah Bapak Presiden,” ujar Amran.
Menurut Amran, pemerintah tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama masa tanggap darurat, tetapi juga memastikan mata pencaharian warga dapat kembali pulih.
Dengan perbaikan lahan, irigasi, bantuan benih, alsintan, serta penggantian tanaman perkebunan, pemerintah berharap para petani terdampak gempa dapat kembali berproduksi dan memperoleh penghasilan.
“Pangan, beras, kita jamin. Pemerintah jamin,” kata Amran.(*)



















