Gresik SB — Peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menghadapi kendala transportasi menuju lokasi muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Layanan pelayaran rute Bawean-Gresik lumpuh akibat cuaca buruk. Kondisi tersebut membuat sejumlah peserta muktamar terpaksa mencari alternatif transportasi agar tetap dapat menghadiri agenda akbar NU.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean, KH Fauzi Rauf, mengatakan salah satu alternatif yang tersedia adalah menggunakan pesawat Susi Air dari Bandara Harun Thohir Bawean menuju Bandara Trunojoyo, Sumenep.
Namun, biaya perjalanan menggunakan pesawat jauh lebih mahal di bandingkan kapal. Peserta harus mengeluarkan sekitar Rp600 ribu untuk sekali penerbangan, sedangkan tarif kapal sekitar Rp250 ribu.
“Karena kapal tidak bisa berlayar akibat cuaca buruk, peserta dari Bawean terpaksa menggunakan pesawat Susi Air. Biayanya sekitar Rp600 ribu,” ujar Fauzi, Selasa (25/8/2026).
Fauzi menyebut masih banyak warga NU Bawean yang ingin berangkat untuk mengikuti dan meramaikan Muktamar NU ke-35. Namun, terhentinya layanan pelayaran menjadi kendala bagi mereka.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Gresik segera mencari solusi, termasuk mempertimbangkan penambahan armada kapal untuk melayani rute Bawean-Gresik.
Menurutnya, tambahan armada penting untuk mengantisipasi gangguan pelayaran, terutama ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan kapal beroperasi.(*)




















