KERINCI — Dari tanah Kerinci, Jambi, perjalanan panjang pengabdian Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. H. Nazali Lempo, S.H., M.H., M.Tr.Opsla., CHRMP bermula. Lahir pada 14 Oktober 1965, Nazali tumbuh dengan nilai kesederhanaan, kejujuran, dan kedekatan dengan masyarakat yang kemudian menjadi bagian dari karakter dirinya sepanjang menjalani karier di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Jalan pengabdian membawanya memasuki Akademi Angkatan Laut (AAL). Nazali merupakan lulusan AAL angkatan ke-36 tahun 1990. Pendidikan militer tersebut menjadi fondasi bagi perjalanan panjangnya sebagai perwira yang kemudian banyak berkecimpung dalam bidang Polisi Militer dan penegakan hukum di lingkungan militer.
Kariernya berkembang melalui berbagai penugasan. Pada 2014, Nazali dipercaya sebagai Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Danpom Lantamal) VI di Makassar. Setahun kemudian, ia mendapat amanah sebagai Komandan Polisi Militer Angkatan Laut Lantamal III di Jakarta.
Perjalanan tugasnya berlanjut sebagai Komandan Polisi Militer Komando Armada Barat pada 2015–2016. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Wakil Komandan Lantamal II di Padang pada 2016–2017.
Pada 2017–2018, Nazali menjabat Wakil Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut. Kariernya kemudian semakin menanjak ketika dipercaya memimpin Pusat Polisi Militer Angkatan Laut pada 2018 hingga 2021.
Dipercaya Memimpin Puspom TNI
Puncak penting dalam perjalanan karier militernya terjadi pada 2021. Pada 19 Juli 2021, Nazali dipercaya memimpin Pusat Polisi Militer TNI.
Ia menggantikan Mayjen TNI Eddy Rate Muis yang memasuki masa pensiun. Pengangkatan tersebut sekaligus mengantarkan Nazali menyandang pangkat Laksamana Muda TNI atau jenderal bintang dua.
Dalam kapasitasnya sebagai Danpuspom TNI, Nazali menjalankan tugas yang berkaitan dengan penegakan disiplin dan hukum di lingkungan TNI. Salah satu momentum tugasnya tercatat dalam pertemuan dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI saat itu, Petrus Reinhard Golose, di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Oktober 2021.
Namun, masa tugasnya sebagai Danpuspom TNI tidak berlangsung lama. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1122/XI/2022 tanggal 4 November 2022, Nazali dipindahtugaskan menjadi Oditur Jenderal TNI.
Sebagai Oditur Jenderal TNI, ia mengemban posisi penting dalam sistem peradilan militer, khususnya terkait fungsi penuntutan di lingkungan peradilan militer. Jabatan tersebut dijalankannya hingga memasuki masa purnabakti.
Pendidikan Hukum
Di tengah perjalanan karier militernya, Nazali juga terus memperkuat kapasitas akademiknya. Ia menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Hasanuddin, Makassar, dengan predikat memuaskan dan IPK 3,78.
Pendidikan tersebut melengkapi pengalaman panjangnya di bidang hukum militer. Perpaduan antara pengalaman praktis dan pendidikan akademik menjadi salah satu bekal yang mendukung kiprahnya dalam menjalankan berbagai tugas strategis selama berdinas.
Atas pengabdiannya, Nazali juga tercatat menerima tanda kehormatan Bintang Jalasena Nararya di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Tetap Mengabdi Setelah Purnabakti
Memasuki masa purnabakti, aktivitas Nazali tidak berhenti. Ia tetap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi kemasyarakatan.
Nazali mendirikan sekaligus memimpin Gerakan Sumatera Maju (Gersuma), organisasi yang membawa semangat pembangunan dan peningkatan daya saing kawasan Sumatera, termasuk melalui penguatan ekonomi dan sumber daya manusia.
Ia juga di percaya menjadi Ketua Umum Himpunan Keluarga Kerinci Jabodetabek, wadah silaturahmi masyarakat Kerinci yang berada di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Selain itu, Nazali dipercaya sebagai Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) serta menduduki posisi Komisaris Independen di Patra Jasa, anak perusahaan Pertamina.
Berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa masa purnabakti tidak menjadi akhir dari pengabdiannya. Justru, pengalaman panjang selama berdinas di lingkungan TNI menjadi modal untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat.
Dari Kerinci untuk Indonesia
Perjalanan Nazali Lempo menjadi gambaran tentang bagaimana seorang putra daerah dapat meniti karier dari lingkungan sederhana hingga di percaya menduduki sejumlah posisi strategis di institusi militer.
Dari Kerinci, ia menempuh pendidikan militer, menjalani berbagai penugasan di lingkungan TNI Angkatan Laut, memimpin Polisi Militer TNI, hingga di percaya menjadi Oditur Jenderal TNI.
Kini, di masa purnabakti, semangat tersebut berlanjut melalui kegiatan organisasi, sosial, dan pembangunan masyarakat.
Perjalanan itu sekaligus memperlihatkan bahwa pengabdian tidak berhenti ketika seragam militer dilepas. Nilai disiplin, integritas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap masyarakat tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup Nazali Lempo.(*)


















