PALANGKARAYA, Signalberita.com — Di tengah kepulan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terlihat sosok perempuan yang ikut turun memadamkan Api, perempuan tersebut Sherina Munaf yang juga seorang penyanyi.
Sherina Munaf ini menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian alam dengan terjun langsung membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Sherina bergabung dalam gerakan Pawerful Voices yang berkolaborasi dengan sejumlah pihak, di antaranya BOS Foundation, BKSDA Kalimantan Tengah, Damkar, Dinas Kehutanan, serta KPHP Kahayan Tengah.
Tak hanya melakukan kampanye dari luar lapangan, Sherina ikut menghadapi kondisi medan yang cukup berat. Mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti yang di gunakan petugas, ia turut membantu proses pemadaman di sejumlah lokasi yang terdampak kebakaran.
Beberapa kawasan yang menjadi lokasi penanganan di antaranya Taman Wisata Alam Galeget Tiawu dan wilayah Bukit Rawi. Kondisi di lapangan cukup menantang karena sejumlah area masih di selimuti asap tebal.
Penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan tenaga dan perhatian ekstra. Pasalnya, api dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga meski kobaran terlihat sudah padam, bara masih berpotensi muncul kembali.
Sherina menyoroti pentingnya proses rewetting atau pembasahan kembali lahan gambut. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi risiko bara api yang masih tersembunyi kembali membesar. Salah satu kawasan yang menerapkan proses tersebut adalah wilayah Hiu Putih.
Proses pemadaman pun harus di lakukan secara menyeluruh hingga tidak lagi di temukan asap yang keluar dari dalam tanah. Hal tersebut penting untuk memastikan area benar-benar aman dan mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran susulan.
Pengalaman turun langsung ke lapangan membuat Sherina semakin memahami beratnya tugas para petugas dan relawan yang berjibaku menangani karhutla.
Salurkan Bantuan ke Kampus
Selain ikut dalam proses pemadaman, Sherina bersama tim Pawerful Voices juga mendatangi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Palangka Raya.
Kunjungan tersebut di isi dengan diskusi sekaligus penyaluran bantuan logistik bagi dosen dan mahasiswa yang turut bersiaga menghadapi dampak kebakaran di sekitar lingkungan kampus.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya tanggap darurat yang dilakukan masyarakat akademik di kawasan tersebut.
Gerakan Pawerful Voices juga membuka kanal donasi untuk memperluas dukungan bagi penanganan karhutla. Dana yang terkumpul rencananya di gunakan untuk menyediakan perlengkapan pemadaman, APD, kebutuhan logistik, patroli, pembuatan sekat bakar, hingga mendukung proses evakuasi dan rehabilitasi satwa liar yang terdampak kebakaran.
Keterlibatan langsung Sherina Munaf dalam penanganan karhutla mendapat perhatian dari publik. Sejumlah netizen memberikan apresiasi karena Sherina tidak hanya menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga ikut turun langsung membantu di lapangan.(*)


















