SUNGAIPENUH, Signalberita.com – Soni Indra kembali dipercaya memimpin Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kerinci-Sungai Penuh untuk periode 2026-2031.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Sabtu (5/9/2026).
Selain menetapkan kepengurusan untuk lima tahun mendatang, Musda juga menghasilkan keputusan penting berupa pembentukan tim persiapan KAHMI Kerinci sebagai organisasi yang direncanakan berdiri secara terpisah.
Terpilih Secara Aklamasi
Dalam forum musyawarah tersebut, Soni Indra ditetapkan kembali sebagai Ketua Umum KAHMI Kerinci-Sungai Penuh secara aklamasi.
Untuk membantu proses penyusunan kepengurusan, Musda turut menetapkan Hutri Randa dan Badar Khumaira sebagai anggota formatur.
Keduanya akan berperan dalam proses penyusunan struktur kepengurusan KAHMI Kerinci-Sungai Penuh periode 2026-2031.
Tujuh Senior Ditugaskan Persiapkan KAHMI Kerinci
Musda ke-IV juga menyepakati pembentukan tim khusus yang bertugas mempersiapkan pembentukan KAHMI Kerinci.
Tim tersebut beranggotakan tujuh senior KAHMI, yakni:
1. Nani Efendi
2. Martono
4. Norzal Hadi
4. Saprial
5. Pebi Julianto
6. Fengki Efniza
7. Hairul Anwar
Pembentukan tim ini menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti rencana pemisahan struktur KAHMI Kerinci-Sungai Penuh.
Meski demikian, proses pembentukan KAHMI Kerinci masih harus mengikuti ketentuan dan mekanisme organisasi yang berlaku.
Mashuri Ingatkan Soliditas
Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Jambi, Mashuri, turut menghadiri pembukaan Musda ke-IV KAHMI Kerinci-Sungai Penuh.
Dalam sambutannya, Mashuri mengingatkan seluruh peserta agar menjaga suasana musyawarah tetap kondusif dan mengutamakan soliditas organisasi.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam musyawarah merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik yang dapat merusak hubungan antarsesama alumni HMI.
Terkait rencana pembentukan KAHMI Kerinci, Mashuri menyatakan dukungannya. Ia menegaskan bahwa proses tersebut harus dilaksanakan sesuai aturan organisasi.
Dengan demikian, keputusan Musda terkait pembentukan KAHMI Kerinci masih menjadi tahap awal dan perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Persidangan Berlangsung hingga Menjelang Magrib
Rangkaian persidangan Musda ke-IV berlangsung cukup panjang dan dinamis. Sejumlah agenda dibahas melalui sidang pleno yang dipimpin Martono, didampingi Saprial dan Badar Khumaira.
Dalam persidangan, peserta menyampaikan berbagai pandangan, usulan, serta argumentasi. Perbedaan pendapat membuat sejumlah pembahasan berlangsung cukup alot.
Meski demikian, seluruh agenda tetap dibahas hingga menghasilkan keputusan forum. Musda akhirnya ditutup menjelang waktu Magrib setelah seluruh pembahasan diselesaikan.
Hasil Musda tersebut menjadi dasar keberlanjutan kepemimpinan KAHMI Kerinci-Sungai Penuh sekaligus membuka tahapan awal pembentukan KAHMI Kerinci secara terpisah.(Fra)


















