JAMBI, Signalberita.com — Kabut Asap di kota Jambi Kian pekat, hal ini membuat Kualitas udara kembali memburuk. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Paal Lima pada Minggu (6/9/2026) mencapai 172.
Kondisi ini sudah termasuk tidak Sehat, yang mengharuskan Pemerintah Kota Jambi kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring pada 7–9 September 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap dan pencemaran udara.
Hal ini di benarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, membenarkan kondisi kualitas udara tersebut. Menurutnya, ISPU Kota Jambi sejak sehari sebelumnya masih berada dalam kategori tidak sehat.
“Fluktuatif, tertinggi 172,” kata Mahruzar, Minggu (6/9/2026).
Angka ISPU tertinggi tersebut tercatat dalam rentang pukul 11.00 hingga 17.00 WIB. Parameter yang menjadi perhatian utama adalah PM2.5, yakni partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Mahruzar mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan warga yang memiliki penyakit penyerta, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat yang harus keluar rumah juga di anjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Belajar Daring Di terapkan
Sejalan dengan kondisi tersebut, Pemkot Jambi melalui Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi Saleh Ridho menyampaikan bahwa PJJ kembali di perpanjang pada 7–9 September 2026.
Selama pelaksanaan PJJ, kepala satuan pendidikan dan guru tetap melaksanakan tugas dari sekolah serta memastikan proses pembelajaran berjalan secara efektif melalui sistem daring.
Orang tua atau wali murid juga di minta melakukan pengawasan dan pendampingan agar anak tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah dengan baik.
Pemkot Jambi akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan peserta didik. Apabila kualitas udara masih berada pada kondisi tidak aman, pembelajaran daring dapat kembali diperpanjang.(Tim)




















