JAKARTA, Signalberita.com – Perjalanan hidup Rahmi Hatta, istri Proklamator Mohammad Hatta, di angkat dalam pertunjukan Fashion Performance Art bertajuk “Rumah”. Acara yang di gelar di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026), menjadi puncak rangkaian perayaan satu abad Rahmi Hatta.
Pertunjukan tersebut memadukan teater, fashion, musik, dan tari dalam satu panggung. Konsep ini di rancang untuk menggambarkan perjalanan Rahmi Hatta sejak masa muda, perannya sebagai pendamping setia Mohammad Hatta, hingga kiprahnya sebagai sosok perempuan yang berpengaruh bagi keluarga dan masyarakat.
Ketua Pelaksana Fashion Performance Art “Rumah”, Fajrin Saadi, mengatakan acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan satu abad Rahmi Hatta yang telah di mulai sejak Februari 2026.
“Ini merupakan salah satu rangkaian acara dari perayaan satu abad Ibu Rahmi Hatta yang sudah kami mulai sejak Februari 2026 dan ini merupakan acara puncak. Pertunjukan malam ini disutradarai oleh dramawan dan pegiat teater senior Wawan Sofwan,” ujar Fajrin di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Rumah sebagai Simbol Kehidupan
Pertunjukan “Rumah” tidak hanya memaknai rumah sebagai bangunan fisik. Konsep tersebut menggambarkan rumah sebagai ruang tempat nilai, kasih sayang, karakter, dan keteladanan tumbuh serta di wariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui pertunjukan ini, rumah menjadi simbol tempat manusia belajar tentang kehidupan, membangun keluarga, dan menanamkan nilai-nilai luhur.
Kisah perjalanan hidup Rahmi Hatta di sampaikan melalui monolog yang di bawakan Maudy Koesnaedi dan pembacaan puisi oleh Prilly Latuconsina. Penampilan keduanya turut di padukan dengan musik dari sejumlah musisi lintas generasi, seperti Iwan Fals, Isyana Sarasvati, Vicky Mono, Aqi Singgih, dan Audrey.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan fashion show yang menampilkan beragam wastra Nusantara.
Mengenang Sosok Rahmi Hatta
Putri Mohammad Hatta dan Rahmi Hatta, Meutia Farida Hatta, mengenang ibunya sebagai sosok yang memiliki semangat belajar tinggi. Menurut Meutia, Rahmi Hatta gemar membaca buku, baik terbitan dalam negeri maupun luar negeri, sebagai bagian dari upaya memperkaya pengetahuan dan mendidik diri sendiri.
“Beliau itu suka membaca, Ibu itu mengoleksi buku-buku untuk mendidik dirinya sendiri dengan memahami apa yang ada di buku. Beliau gemar memperdalam ilmu,” kata Meutia.
Selain dikenal berwawasan luas, Rahmi Hatta juga merupakan pencinta wastra Indonesia. Meutia menceritakan, setiap kali mendampingi Bung Hatta berdinas ke berbagai daerah, sang ibu selalu menyempatkan diri membeli kain tradisional setempat.
“Beliau sangat bangga dan ke mana-mana mengenakan kain tradisional. Itu menunjukkan Ibu Hatta adalah orang yang tidak terpaku pada satu budaya saja, tetapi mencintai Indonesia dengan segala keutamaannya,” jelasnya.
Meutia juga mengungkapkan kepedulian sosial ibunya. Salah satu kenangan yang berkesan adalah ketika Rahmi Hatta membelikan televisi untuk seorang guru lulusan IKIP yang akan bertugas di desa terpencil.
Bantuan tersebut di berikan agar sang guru tetap dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan dunia dan menggunakannya sebagai bahan pembelajaran bagi para murid.
Pesan untuk Perempuan Indonesia
Peringatan satu abad Rahmi Hatta juga menjadi momentum untuk menyampaikan pesan bagi perempuan Indonesia. Meutia berharap semangat, integritas, dan keteladanan ibunya dapat menjadi inspirasi bagi perempuan masa kini.
“Perempuan Indonesia itu pintar-pintar dan harus punya rasa percaya diri yang tinggi. Saya berharap semangat Ibu Rahmi di masa lalu terus di kembangkan untuk pemberdayaan perempuan yang lebih maju lagi,” ujar Meutia.
Perayaan tersebut menjadi pengingat bahwa warisan karakter, kecintaan terhadap budaya, dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai penting yang dapat terus diwariskan bagi kemajuan bangsa Indonesia.(*)




















