PESISIRSELATAN, Signalberita.com – Bencana Banjir Bandang kembali melanda Nagari Minang Kabau, kali ini Nagari Limau Purut Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan (Rahul), Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026).
Bencana tersebut berdampak pada 115 rumah warga, dengan satu rumah dilaporkan hanyut dan dua lainnya mengalami kerusakan berat.
Selain permukiman penduduk, banjir juga menggenangi fasilitas umum, meliputi dua masjid atau musala serta satu bangunan sekolah.
Penjabat (Pj) Wali Nagari Limau Purut Tapan, Fatrialisman, menyampaikan bahwa genangan air mulai berangsur surut sekitar pukul 19.21 WIB.
Ia menyebutkan, dari total rumah yang terdampak, satu unit hanyut terbawa arus banjir, sedangkan dua rumah lainnya mengalami kerusakan berat.
“Sebanyak 115 rumah terendam banjir. Satu rumah hanyut dan dua rumah mengalami rusak berat,” ungkap Fatrialisman kepada media setempat.
Dampak banjir juga dirasakan pada fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang ikut terendam air. Kondisi tersebut menambah kerugian warga serta mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Meski menimbulkan kerusakan pada rumah dan fasilitas umum, hingga laporan ini disusun belum ada korban jiwa yang dilaporkan.
Banjir yang melanda Limau Purut Tapan menjadi perhatian masyarakat setempat. Pendataan terhadap dampak kerusakan dan kondisi rumah warga diperlukan untuk mengetahui kebutuhan penanganan pascabencana.
Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan hujan kembali turun dan kenaikan debit air, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.(Tim)




















