KERINCI, Signalberita.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Seluruh puskesmas dan rumah sakit di minta memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat, terutama terhadap warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan tenaga kesehatan agar aktif memantau kondisi warga di wilayah kerja masing-masing. Langkah ini di lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya keluhan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.
Menurut Hermendizal, petugas kesehatan harus sigap mengenali gejala penyakit dan memberikan penanganan sesuai kondisi pasien.
“Kita sudah gerakkan semua petugas kesehatan untuk memantau dan bertindak jika ada pasien yang mengalami dampak gangguan kesehatan akibat kabut asap,” ungkap Hermendizal.
Dinkes Kerinci Antisipasi Gangguan Pernapasan
Kabut asap berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama ketika masyarakat terpapar partikel halus dari hasil pembakaran. Dampaknya dapat berupa iritasi mata dan tenggorokan, batuk, hingga gangguan pernapasan.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru-paru perlu meningkatkan kewaspadaan karena lebih rentan mengalami dampak pencemaran udara.
Dinkes Kerinci meminta fasilitas pelayanan kesehatan tetap siaga menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Meski demikian, perkembangan jumlah kasus ISPA perlu dipastikan melalui data resmi dari fasilitas kesehatan. Kesiapsiagaan yang dilakukan Dinkes merupakan langkah antisipasi dan tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya lonjakan kasus.
Warga Diminta Segera Periksa Jika Mengalami Gejala
Hermendizal mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan selama kabut asap masih terjadi. Warga yang mengalami batuk berkepanjangan, sakit tenggorokan, iritasi mata, atau keluhan pernapasan disarankan memeriksakan diri ke puskesmas maupun RSUD.
“Jika mengalami gejala gangguan pernapasan dan yang lainnya, segera datangi puskesmas dan RSUD. Pihak petugas kesehatan akan segera menanganinya,” jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap.
Apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, atau kondisi kesehatan yang memburuk secara cepat, warga perlu segera mencari pertolongan medis.
Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Selain meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan, masyarakat juga perlu melakukan langkah pencegahan secara mandiri. Warga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap terlihat pekat atau kualitas udara memburuk.
Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus dapat membantu mengurangi paparan asap. Masyarakat juga dapat menutup pintu dan jendela apabila asap masuk ke dalam rumah serta menghindari kegiatan yang menghasilkan polusi tambahan, seperti membakar sampah.
Orang tua diimbau memperhatikan kondisi anak-anak, terutama ketika muncul keluhan batuk, mata merah, atau kesulitan bernapas. Aktivitas bermain di luar rumah sebaiknya dikurangi selama kualitas udara belum membaik.
Warga yang memiliki penyakit pernapasan kronis juga perlu mengikuti anjuran dokter dan memastikan obat yang diresepkan tersedia.
Pemantauan Kesehatan Terus Diperkuat
Dinkes Kerinci menekankan pentingnya pemantauan kesehatan masyarakat selama kabut asap berlangsung. Laporan dari puskesmas dan rumah sakit diperlukan untuk mengetahui perkembangan keluhan warga sekaligus membantu pemerintah daerah menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan memperhatikan imbauan dari instansi terkait.
Melalui kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan partisipasi masyarakat dalam mengurangi paparan asap, risiko gangguan kesehatan di Kabupaten Kerinci diharapkan dapat ditekan.
Warga diminta tetap waspada, menjaga kesehatan, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang mengarah pada gangguan pernapasan.(Fra)




















