JAKARTA, Signalberita.com — Motor listrik hadir dengan beberapa pilihan sistem baterai untuk menunjang kebutuhan mobilitas penggunanya. Salah satunya adalah sistem battery swap (tukar baterai) yang memungkinkan pengguna menukar baterai yang habis dengan baterai terisi di stasiun penukaran.
Meski menawarkan kepraktisan, sistem ini memiliki sejumlah catatan dan kelemahan yang kerap dirasakan oleh para penggunanya dalam kehidupan sehari-hari.
Kondisi Kesehatan Baterai Tidak Menentu
Salah satu kelemahan utama sistem swap adalah ketidakpastian kondisi baterai yang diterima oleh pengguna saat melakukan penukaran.
Laksono, pemilik dua motor listrik (Maka Cavalry dan Omoway Omo X Smart Long Range), mengungkapkan bahwa kualitas baterai yang didapatkan dari stasiun penukaran sangat bervariasi.
“Untuk sistem swap, kita bertukar baterai dengan orang lain. Jadi, kita tidak tahu apakah mendapatkan baterai yang bagus, baterai yang sudah soak, atau bagaimana. Pengaruhnya sangat besar dan cukup fatal jika kita mendapatkan baterai yang sudah buruk,” ujar Laksono.
Hal senada disampaikan oleh Ari, pengguna Omoway Omo X-Smart. Menurutnya, penurunan kualitas baterai sangat berdampak langsung pada performa kendaraan.
“Saat kita membayar untuk menukar baterai, kita bisa mendapatkan baterai yang sudah menurun kondisinya. Baru dipakai sebentar saja, performanya sudah jelek,” kata Ari. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan baterai yang terlalu sering atau asal-asalan berpotensi membuat baterai cepat drop.
Kelangkaan Baterai Bagus Seiring Meningkatnya Pengguna
Pengalaman lain dirasakan oleh Rahman, yang pernah menggunakan Smoot Tempur dengan sistem tukar baterai pada periode 2022 hingga awal 2024, sebelum akhirnya beralih ke Alva N3 Next Gen dengan sistem sewa baterai.
Rahman menjelaskan bahwa dari sisi mekanis motor, tidak ada kendala yang berarti. Namun, masalah utama muncul seiring dengan makin populernya motor listrik di kalangan pengemudi ojek online (ojol).
“Kendalanya adalah penggunaan swap battery terus meningkat hingga ke kalangan ojek online. Alhasil, menemukan baterai yang bagus menjadi makin sulit,” jelas Rahman.
Faktor Pengaruh dan Pentingnya Pengelolaan Baterai
Meskipun demikian, kualitas baterai pada dasarnya tidak hanya ditentukan oleh sistem penukarannya saja. Terdapat berbagai faktor lain yang turut memengaruhi performa baterai, seperti:
Kualitas dasar dan usia pemakaian baterai
Pola pengisian daya (charging habit)
Suhu operasional
Sistem Manajemen Baterai (Battery Management System / BMS)
Bagi pengguna yang mengutamakan kecepatan dan kepraktisan tanpa perlu menunggu waktu pengisian daya (charging), sistem swap battery tetap menjadi pilihan yang menarik—asalkan dikelola dan dirawat dengan baik oleh penyedia layanan.(*)




















