BALI, Signalberita.com – Para PSIM Jogja harus bisa menerima dengan skor imbang atas Isenmulang Kalteng FC pada lanjutan BRI Super League 2026/2027, Sabtu (24/10/2026) sore. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
Pelatih sementara PSIM, Guntur Cahya Utomo, tetap bersyukur atas tambahan satu poin yang diperoleh timnya. Hasil imbang tersebut setidaknya menghentikan rentetan kekalahan beruntun yang dialami PSIM dalam beberapa pertandingan terakhir.
“Golnya belum datang. Kita sudah mencoba, gol yang kita tunggu, kita coba buat, memang belum datang. Tapi hasil ini kita syukuri bahwa kita sekarang mendapat tambahan satu poin,” ujar Guntur dalam konferensi pers seusai pertandingan, Sabtu (24/10/2026).
Hasil ini belum cukup untuk mengangkat PSIM dari zona degradasi. Tim asal Yogyakarta tersebut masih harus berjuang memperbaiki performa agar mampu bersaing pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Guntur Minta PSIM Segera Berbenah
Guntur mengakui PSIM masih memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki. Evaluasi akan dilakukan melalui sesi latihan untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus mempersiapkan tim menghadapi laga selanjutnya.
Menurutnya, para pemain harus bekerja lebih keras, terutama dalam meningkatkan efektivitas serangan dan memaksimalkan peluang yang tercipta.
“Kami harus bekerja lebih keras lagi ke depan, memperbaiki apa yang memang belum ada dan memperbaiki apa yang memang belum maksimal di latihan-latihan berikutnya untuk persiapan pertandingan berikutnya,” katanya.
Kegagalan mencetak gol saat menghadapi Isenmulang FC menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi PSIM. Tim perlu menemukan solusi agar upaya membangun serangan dapat menghasilkan gol dan berbuah kemenangan.
Cahya Supriadi: Kami Sudah Berusaha Maksimal
Kiper PSIM, Cahya Supriadi, menilai pertandingan melawan Isenmulang FC berlangsung ketat. Kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Cahya mengatakan para pemain telah berusaha memberikan kemampuan terbaik, tetapi PSIM belum mampu mencetak gol ke gawang lawan.
“Semua kemampuan kita sudah lakukan. Ya, balik lagi, kita belum bisa mencetak gol ke gawang lawan,” ujar Cahya.
Ia menyadari PSIM masih membutuhkan kerja keras untuk keluar dari zona degradasi. Meski belum memperoleh kemenangan, Cahya berharap tambahan satu poin dari pertandingan tandang tersebut dapat menjadi modal menghadapi laga berikutnya.
“Kita harus bekerja keras lagi karena kita percaya harus bisa keluar dari zona degradasi dan kita menatap laga-laga berikutnya dengan positif,” katanya.
PSIM Masih Terjebak di Zona Degradasi
Berdasarkan data klasemen yang diberikan, PSIM Jogja menempati peringkat ke-17 dengan koleksi dua poin dari tujuh pertandingan.
Laskar Mataram mencatatkan lima kekalahan dan dua hasil imbang sejak awal kompetisi musim ini. Catatan tersebut membuat mereka belum mampu menjauh dari zona degradasi.
Hasil imbang melawan Isenmulang FC menjadi tambahan poin yang penting, tetapi PSIM masih membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Perbaikan lini serang dan konsistensi pertahanan akan menjadi fokus utama tim dalam menghadapi pertandingan selanjutnya. Guntur bersama jajaran pelatih diharapkan dapat memanfaatkan waktu latihan untuk membenahi kekurangan yang terlihat selama tujuh pertandingan awal.
PSIM kini dituntut segera bangkit. Dengan kompetisi yang masih berjalan, peluang memperbaiki posisi tetap terbuka selama tim mampu meningkatkan performa dan mengumpulkan poin secara konsisten.(*)



















