JAKARTA, Signalberita.com – Mobil bertransmisi otomatis atau matik yang dilengkapi fitur overdrive (O/D) memiliki pengaturan khusus untuk membantu pengemudi menyesuaikan kinerja transmisi dengan kondisi jalan.
Fitur overdrive biasanya tersedia dalam bentuk tombol pada tuas transmisi. Pengemudi dapat mengaktifkan maupun menonaktifkannya hanya dengan menekan tombol tersebut.
Saat overdrive aktif, transmisi dapat menggunakan rasio gigi tertinggi sehingga putaran mesin lebih rendah ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi.
Technical Advisor Nissan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Hendra Dwiprambudi, pernah menjelaskan cara kerja fitur tersebut pada Nissan Grand Livina.
Menurut Hendra, ketika overdrive diaktifkan, transmisi Grand Livina dapat berpindah hingga gigi empat. Sebaliknya, saat fitur dinonaktifkan, perpindahan gigi dibatasi hingga gigi tiga.
“Pada Nissan Grand Livina kalau overdrive on atau aktif bisa mencapai gigi 4, tapi kalau overdrive off hanya bisa sampai gigi 3,” jelas Hendra.
Overdrive Aktif Saat Melaju di Jalan Tol
Fitur overdrive sangat berguna ketika mobil melaju dengan kecepatan konstan, terutama di jalan tol atau jalur bebas hambatan.
Pada kondisi tersebut, transmisi dapat menggunakan gigi tertinggi sehingga putaran mesin menjadi lebih rendah. Dampaknya, mesin tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mempertahankan kecepatan kendaraan.
Penggunaan overdrive dalam kondisi berkendara seperti ini juga berpotensi membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
Pada umumnya, perpindahan menuju rasio overdrive berlangsung ketika mobil mencapai kecepatan tertentu, sekitar 50–60 kilometer per jam. Namun, angka tersebut dapat berbeda tergantung karakteristik transmisi, beban kendaraan, dan kondisi berkendara.
Kapan Tombol Overdrive Harus Dinonaktifkan?
Meski bermanfaat untuk perjalanan jarak jauh, pengemudi tidak disarankan selalu mengaktifkan overdrive dalam setiap kondisi jalan.
Ketika melintasi kawasan pegunungan, jalan menanjak, atau lalu lintas perkotaan yang membutuhkan akselerasi berulang, pengemudi dapat menonaktifkan fitur tersebut sesuai kebutuhan.
Saat tombol overdrive ditekan untuk menonaktifkannya, indikator bertuliskan O/D OFF biasanya menyala pada panel instrumen atau dashboard.
Kondisi ini membuat transmisi menahan perpindahan ke gigi tertinggi sehingga mesin dapat mempertahankan putaran lebih tinggi.
Dengan demikian, mobil memiliki respons tenaga dan torsi yang lebih baik ketika menghadapi tanjakan atau membutuhkan akselerasi untuk menyalip kendaraan lain.
Pahami Fungsi Overdrive agar Berkendara Lebih Efisien
Memahami penggunaan tombol overdrive dapat membantu pengemudi mengoptimalkan kinerja mobil matik.
Aktifkan overdrive ketika melaju stabil pada kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan. Sebaliknya, pertimbangkan menonaktifkannya saat membutuhkan respons akselerasi lebih cepat, seperti ketika melewati tanjakan atau melakukan manuver menyalip.
Meski demikian, penggunaan fitur ini tetap perlu menyesuaikan petunjuk pabrikan dan karakteristik masing-masing kendaraan.
Dengan memahami fungsi overdrive, pengemudi dapat berkendara lebih nyaman sekaligus menjaga efisiensi penggunaan bahan bakar.(*)





















