Dua daerah ini Sering di Kunjungi Gubernur Al Haris Malah Minim Anggaran Provinsi
JAMBI, SB – Kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh daerah wilayah paling Barat Provinsi Jambi, yang paling sering di kunjungi Gubernur Jambi Al Haris. Malah minim mendapatkan alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi Jambi tahun 2025.
Hal ini di ketahui Berdasarkan dari rencana kerja tahunan yang telah di sahkan dalam dokumen LPSE provinsi Jambi tahun 2025.

Di ketahui Kerinci dan Kota Sungai Penuh nyaris tidak tercantum dalam daftar lokasi proyek-proyek besar provinsi, seperti Tender. Namun, hanya Proyek yang di berikan pun bersifat umum.
Belum ada data jumlah total APBD Provinsi untuk Dua daerah yang berada di wilayah barat Provinsi Jambi tersebut, namun tercatat hanya mendapatkan beberapa paket proyek penunjukan langsung, tanpa ada program besar atau strategis.
Kerinci dan Kota Sungai Penuh hanya mendapatkan paket Penunjukan Langsung (PL) Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) peningkatan pemukiman yang bernilai tidak lebih dari Rp 200.000.000 (Dua ratus juta rupiah) itupun hanya beberapa titik, mirisnya lagi tercatat nilai proyek di bawah angka seratus juta rupiah.
Kondisi menuai sorotan dan kekecewaan dari masyarakat Dua daerah di Provinsi Jambi. Padahal, pada Pilkada Gubernur Jambi November 2024 lalu, Al Haris unggul di Kerinci dan Sungai Penuh.
Warga Kecewa
Andrianto warga Kerinci, mengungkap kekecewaan terhadap Gubernur Al Haris, yang di nilai tidak memperhatikan masyarakat kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dalam pembangunan Infrastruktur.
“Kami cukup kecewa, padahal Kerinci dan Sungai Penuh sering di kunjungi pak Gubernur, tapi malah tidak ada proyek strategis masuk dari APBD Provinsi Jambi 2025,”ungkapnya.
Menurutnya Dua daerah Sering di Kunjungi Gubernur Al Haris Malah Minim Anggaran Provinsi, ini setiap kunjung Kerja ke kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh, Gubernur Al Haris selalu menyinggung bahwa dirinya memiliki hubungan emosional dan Historis dari masyarakat kabupaten Kerinci.
“Setiap kunjungan Kerja selalu menyampaikan bahwa dirinya orang Kerinci jugo, tapi tidak memperhatikan Kerinci dan Sungai Penuh,”sebutnya.
Syafri Aktivis Kerinci, juga mengungkap hal sama. Dia mengatakan bahwa Berdasarkan hasil penelusuran LPSE Kerinci dan Sungai Penuh hanya menerima sebagian kecil dari total belanja langsung provinsi.
“Kita sangat kecewa, masa Kerinci memiliki Dua wilayah tapi tidak mendapatkan alokasi anggaran proyek strategis dari Provinsi Jambi, hanya kegiatan kecil di bawah 200 juta,” ungkap Syafri aktivis Kerinci kepada awak media.
Syafri menambahkan, minimnya anggaran tentu berdampak terhadap laju perekonomian masyarakat, di sebabkan infrastruktur utama seperti jalan provinsi banyak titik kerusakan yang harusnya jadi skala prioritas.
Selain itu, dua daerah tersebut mempunyai masalah yang mendasar dan menyentuh langsung terhadap kelangsungan kehidupan masyarakat.
“Kerinci ini rawan bencana, baik itu bencana alam hingga bencana sampah yang hingga hari ini belum ada solusi yang tepat dari pemerintah,”pungkasnya. (Gra)








