Kematian Leni di Nilai tak Wajar Keluarga Minta di Otopsi
KERINCI, SB – Penemuan mayat Leni Suswanti, warga Sungai Medang, kecamatan Air Hangat Timur, pada Kamis (27/06/2025) masih misteri, pasalnya kematian di nilai tidak wajar.
Pihak keluarga pun meminta untuk dilakukan Otopsi jasad dari Almarhum Leni Siswanti, karena saat di temukan mulutnya mengeluarkan busa.
Hal ini di sampaikan oleh Kades Sungai Medang, Pahrizal Ardi, Jumat (28/6) mewakili pihak keluarga korban. Menurut Pahrizal, masyarakat dan keluarga menilai kematian Leni sangat janggal.
“Ya, ini sangat janggal dan tidak wajar. Pihak keluarga meminta agar ini di usut tuntas, agar menjadi jelas, apakah dia (Leni,red) di bunuh atau bagaimana,” ungkapnya.
Kematian Leni di Nilai tak Wajar Keluarga Minta di Otopsi
Selain itu, lanjut dia, pihak keluarga juga meminta dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Untuk mengetahui penyebab kematian korban.
“Kita curiga ini pembunuhan. Karena korban jarang-jarang keluar rumah jauh sampai di sana (TKP penemuan mayat korban,red),” jelasnya.
Di tanya tentang kehidupan korban, Pahrizal menjelaskan bahwa korban tinggal sendiri di rumah dan belum memiliki anak, sementara suami baru berangkat ke Malaysia tiga hari lalu, pada Rabu (25/6).
“Dia merupakan anak tunggal. Ayah dan ibunya sudah lama meninggal. Kesehariannya, dia ibu rumah tangga dan konten kreator lagu-lagu Kerinci,” tetangganya.
Bagaimana pergaulan korban di tengah masyarakat ? Kades Sungai Medang mengaku bahwa korban sangat bergaul dengan masyarakat dan tidak pernah ada masalah.
“Sehari-hari hanya di sekitar Sungai Medang, tidak pernah keluar tumah jauh-jauh. Itu lah kemarin, kita terkejut juga kok bisa sampai di sana,” tetangnya.
“Dari informasi di sekitar rumah, dia keluar rumah setrlah waktu shalat asar, pintu di kunci,” sambungnya.
Terpisah, Kapolsek Air Hangat, IPTU Julisman, saat ini di konfirmasi mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dugaan kematian korban.
“Visum sudah di lakukan di Rumah Sakit Umum, dari keterangan dokter tidak di temukan tanda-tanda kekerasan dari tubuhnya,”jelasnya.
Namun, pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak keluarga, sedangkan dari pihak keluarga menginginkan di lakukan otopsi. “Pihak keluarga ingin di lakukan di otopsi saat ini jenazahnya masih di rumah sakit,”tandasnya.(Fra)








