15 Ton Garam di Taburkan untuk Ciptakan Hujan Buatan
JAMBI, Signalberita.com — Dalam upaya pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla), Pemerintah Provinsi Jambi melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan di sejumlah wilayah yang memiliki potensi rawan karhutla.
Dalam operasi tersebut, pemerintah menyiapkan sebanyak 15 ton garam natrium klorida (NaCl) yang akan di gunakan untuk penyemaian awan potensial hujan. Langkah ini bertujuan meningkatkan curah hujan serta menjaga kelembapan lahan agar risiko munculnya titik api dapat ditekan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani, menjelaskan OMC berlangsung mulai 5 Juni hingga 12 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menghadapi potensi karhutla.
“Bahan semai yang di siapkan sebanyak 15 ton NaCl selama operasi berlangsung,” ujar Andre.
Operasi modifikasi cuaca melibatkan BNPB, BMKG, serta TNI Angkatan Udara dengan pusat kegiatan berada di Bandara Sultan Thaha Jambi. Pesawat melakukan penerbangan khusus untuk menyemai awan yang berpotensi menghasilkan hujan di berbagai wilayah Jambi.
Andre mengatakan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi masuk dalam jangkauan operasi. Namun, penyemaian awan lebih di prioritaskan pada wilayah dengan kawasan gambut luas karena daerah tersebut memiliki tingkat kerawanan kebakaran lebih tinggi saat musim kemarau.
“Seluruh wilayah Jambi menjadi sasaran operasi, tetapi daerah gambut menjadi prioritas utama karena memiliki risiko lebih besar terhadap karhutla,” katanya.
Pemerintah memberi perhatian khusus terhadap lahan gambut karena kondisi kering dapat membuat material gambut mudah terbakar. Kebakaran di kawasan tersebut juga berpotensi meluas dan sulit dipadamkan.
Selain mengancam lingkungan, karhutla di lahan gambut dapat menghasilkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat, transportasi, hingga aktivitas ekonomi. Karena itu, peningkatan kelembapan lahan melalui hujan buatan menjadi langkah penting dalam pencegahan.
“Melalui OMC ini, kami berharap curah hujan meningkat di daerah rawan sehingga kelembapan tetap terjaga dan potensi titik api dapat di minimalkan,” jelas Andre.
Sejak pelaksanaan di mulai, tim telah melakukan beberapa kali penerbangan untuk penyemaian awan. Pada tahap awal, kegiatan di fokuskan di wilayah Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi yang memiliki kawasan gambut cukup luas.
Penyemaian awan tersebut mulai memberikan dampak dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah sasaran. Pemerintah berharap kondisi itu dapat membantu mengurangi potensi kebakaran di tengah musim kemarau.
Saat ini, Pemprov Jambi masih menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 27 April hingga November 2026. Status tersebut menjadi dasar penguatan berbagai upaya pencegahan, termasuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca bersama BNPB untuk menghadapi ancaman karhutla.(Tim)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…