AS Gelontorkan Investasi Rp32 Triliun

WASHINGTON, SIGNALBERITA.COM – Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mulai mengalihkan fokus teknologi nasional dari kecerdasan buatan (AI) menuju pengembangan quantum computing. Langkah tersebut di tandai dengan investasi besar senilai sekitar US$2 miliar atau setara Rp32 triliun untuk memperkuat industri komputasi kuantum di Negeri Paman Sam.

Kebijakan ini di nilai sebagai strategi baru Amerika Serikat dalam menjaga dominasi teknologi global di tengah persaingan ketat dengan China. Sebelumnya, perhatian dunia teknologi lebih banyak tertuju pada perkembangan artificial intelligence (AI).

Departemen Perdagangan AS menyebut dana investasi akan di salurkan kepada sembilan perusahaan teknologi quantum computing, termasuk IBM, Rigetti, D-Wave, Quantinuum, hingga GlobalFoundries.

Pemerintah AS Mulai Masuk ke Industri Quantum

Tak hanya memberikan pendanaan, pemerintah AS juga di kabarkan mulai mengambil sebagian kepemilikan saham di beberapa perusahaan penerima investasi tersebut. Salah satu contohnya adalah GlobalFoundries, di mana pemerintah di sebut memperoleh sekitar 1 persen saham sebagai bagian kerja sama strategis.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan investasi tersebut bertujuan mempercepat pengembangan teknologi quantum sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di sektor teknologi tinggi.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa quantum computing kini di pandang sebagai industri strategis masa depan setelah AI.

Quantum Computing Jadi Arena Persaingan Baru AS dan China

Quantum computing merupakan teknologi komputasi generasi baru yang menggunakan sistem qubit untuk memproses data dengan kecepatan jauh lebih tinggi di banding komputer konvensional.

Teknologi tersebut di prediksi akan membawa dampak besar terhadap berbagai sektor, mulai dari keamanan siber, kesehatan, keuangan, blockchain, hingga pengembangan AI generasi berikutnya.

Amerika Serikat juga menilai perkembangan teknologi quantum di China berlangsung sangat cepat dan berpotensi menggeser dominasi teknologi Barat dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, investasi besar-besaran mulai di lakukan agar AS tetap menjadi pemain utama dalam perlombaan teknologi global.

Potensi Industri Quantum Diprediksi Sangat Besar

IBM memperkirakan industri quantum computing dapat menciptakan nilai ekonomi hingga US$850 miliar pada tahun 2040. Sementara laporan McKinsey menyebut investasi global di sektor tersebut pada 2025 meningkat lebih dari enam kali lipat menjadi sekitar US$12,6 miliar.

Meski menuai kritik karena pemerintah di anggap terlalu agresif masuk ke sektor teknologi, langkah Trump di nilai menunjukkan keseriusan AS dalam membangun fondasi teknologi masa depan.

Banyak analis menilai quantum computing bisa menjadi revolusi teknologi berikutnya setelah ledakan AI dalam beberapa tahun terakhir.

Dampak ke Industri Kripto dan Blockchain

Perkembangan quantum computing juga mulai di perhatikan industri aset kripto dan blockchain. Sebab, teknologi ini berpotensi memengaruhi sistem keamanan kriptografi yang selama ini digunakan dalam transaksi digital.

Meski ancaman tersebut masih dalam tahap jangka panjang, sejumlah perusahaan blockchain global mulai melakukan riset untuk mengembangkan sistem keamanan yang lebih tahan terhadap komputasi kuantum.

Di sisi lain, perkembangan teknologi quantum juga di yakini dapat membuka peluang baru dalam analisis data dan pengembangan sistem transaksi digital yang lebih cepat.

FAQ

Apa itu quantum computing?

Quantum computing adalah teknologi komputer canggih yang menggunakan qubit untuk memproses data dengan kemampuan jauh lebih cepat dibanding komputer biasa.

Berapa nilai investasi AS di sektor quantum computing?

Pemerintah AS mengumumkan investasi sekitar US$2 miliar untuk mendukung industri quantum computing nasional.

Mengapa AS fokus ke quantum computing?

Teknologi ini di anggap penting untuk keamanan nasional, pengembangan AI, keamanan siber, hingga persaingan teknologi dengan China.

Apa dampaknya terhadap industri kripto?

Quantum computing berpotensi memengaruhi sistem keamanan blockchain dan kriptografi di masa depan.

Apa perbedaan AI dan quantum computing?

AI fokus pada kecerdasan mesin dan otomatisasi, sedangkan quantum computing berfokus pada kemampuan komputasi super cepat untuk memproses data kompleks.***

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

2 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

3 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

4 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago