Bitcoin Diproyeksikan Tembus US$100.000
JAKARTA, Signalberita.com – Pegerakan Kripto terus bergerak, Bitcoin mengalami tekanan pada awal Juni 2026. Standard Chartered tetap mempertahankan pandangan positif dan meyakini Bitcoin berpotensi mencapai level US$100.000 pada akhir 2026.
Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, menyatakan bahwa kondisi pasar saat ini justru dapat menjadi momentum akumulasi bagi investor jangka panjang.
“Ketika kita melihat kembali pada akhir 2026 dan Bitcoin berada di level US$100.000, kita akan menganggap periode ini sebagai zona beli yang selama ini di harapkan,” ujar Kendrick.
Kendrick mengakui tekanan yang terjadi saat ini cukup berat bagi investor aset kripto. Salah satu faktor yang memicu pelemahan harga berasal dari keputusan perusahaan Strategy yang menjual sebagian kecil kepemilikan Bitcoin mereka.
Langkah tersebut menarik perhatian pasar karena menjadi penjualan Bitcoin pertama yang di lakukan perusahaan sejak 2022. Meskipun jumlah yang di lepas hanya sekitar 0,004 persen dari total kepemilikan, pasar meresponsnya secara negatif dan memicu kekhawatiran investor.
Namun, Kendrick menilai sebagian besar tekanan jual kemungkinan sudah terjadi. Ia menegaskan bahwa apabila Bitcoin benar-benar mencapai US$100.000 pada akhir 2026, maka harga saat ini akan di kenang sebagai salah satu titik masuk yang menarik bagi investor.
Selain aksi jual dari perusahaan pemegang Bitcoin besar, tekanan juga datang dari arus keluar dana pada produk Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin.
Data terbaru menunjukkan investor menarik lebih dari US$2 miliar dari ETF Bitcoin dalam satu pekan hingga 2 Juni 2026. Angka tersebut menjadi salah satu arus keluar mingguan terbesar yang pernah tercatat di pasar ETF kripto.
Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran US$62.000 hingga US$64.000 per koin. Sepanjang tahun 2026, aset kripto terbesar di dunia itu telah melemah sekitar 23 persen.
Sebagai perbandingan, indeks saham Amerika Serikat S&P 500 justru mencatat kenaikan sekitar 10,4 persen dalam periode yang sama. Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan Bitcoin masih tertinggal di bandingkan pasar saham sepanjang tahun berjalan.
Meski optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, Standard Chartered mengingatkan bahwa risiko pelemahan harga belum sepenuhnya hilang.
Kendrick menilai tekanan jual tambahan dapat muncul apabila Bitcoin turun menembus level psikologis US$60.000. Namun, ia juga melihat bahwa banyak posisi spekulatif yang sebelumnya menumpuk di pasar telah terlikuidasi selama periode koreksi.
Kondisi tersebut di nilai mampu mengurangi potensi aksi jual panik yang selama ini menjadi salah satu faktor pemicu volatilitas tinggi di pasar kripto.
Di sisi lain, Kendrick memperkirakan Strategy masih berpotensi kembali menambah kepemilikan Bitcoin pada masa mendatang, sebagaimana yang pernah di lakukan setelah penjualan sebagian aset kripto mereka pada periode sebelumnya.
Meskipun Bitcoin menghadapi tekanan dari arus keluar ETF dan sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih, Standard Chartered belum mengubah target harga jangka panjangnya.
Bank tersebut tetap meyakini bahwa pelemahan harga saat ini merupakan bagian dari fase koreksi dalam tren jangka panjang, bukan akhir dari pertumbuhan Bitcoin. Dengan pandangan tersebut, Standard Chartered masih menempatkan target harga Bitcoin di level US$100.000 pada akhir tahun 2026.
Bagi sebagian pelaku pasar, kondisi saat ini justru menjadi peluang untuk mengakumulasi aset kripto sebelum potensi kenaikan harga pada masa mendatang.***
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…