CPO Naik, Kebijakan Biodiesel B15 Jadi Pemicu Utama
JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Dalam beberapa hari terakhir ini Crude Palm Oil (CPO) kembali mengalami lonjakan signifikan. Penguatan ini di picu oleh sentimen positif dari rencana implementasi program biodiesel B15 di Malaysia yang di perkirakan akan meningkatkan permintaan minyak sawit.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives (BMD), kontrak berjangka CPO untuk berbagai periode pengiriman mengalami kenaikan tajam. Lonjakan harga ini memperpanjang tren positif yang telah terjadi selama dua hari berturut-turut.
Kebijakan pemerintah Malaysia yang akan mulai menerapkan campuran biodiesel 15% (B15) pada Juni mendatang menjadi faktor utama penggerak pasar. Program ini di proyeksikan membutuhkan sekitar 1,5 juta ton CPO per tahun, sehingga berpotensi menopang harga di tengah di namika pasar global.
Di sisi lain, pelaku pasar saat ini tengah menantikan rilis data produksi bulanan dari Malaysian Palm Oil Association untuk periode April. Data tersebut di nilai krusial dalam membaca arah tren produksi pada kuartal II-2026.
Dari pasar global, pergerakan minyak nabati juga turut memengaruhi harga CPO. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade tercatat melemah, sementara aktivitas perdagangan di Dalian Commodity Exchange sempat terhenti karena libur dan baru kembali dibuka pada 6 Mei.
Sebagai komoditas yang bersaing di pasar global, harga CPO sangat di pengaruhi oleh pergerakan minyak nabati lainnya serta harga minyak mentah dunia.
Harga minyak mentah global tercatat mengalami penurunan lebih dari 1% setelah sebelumnya sempat melonjak. Penurunan ini terjadi seiring meredanya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut sempat membuat CPO kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel. Namun, pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS justru memberikan keuntungan tersendiri, karena membuat harga CPO lebih kompetitif di pasar internasional.
Secara teknikal, analis memproyeksikan harga CPO masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikan. Kisaran harga di perkirakan dapat bergerak menuju level yang lebih tinggi, di dukung oleh pola penguatan yang masih berlanjut.
Dengan kombinasi sentimen kebijakan biodiesel, faktor global, serta dinamika nilai tukar, harga CPO di perkirakan akan tetap bergerak fluktuatif namun cenderung menguat dalam jangka pendek.***
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…