Instagram dps_diahpermatasari dan aurelie
SIGNALBERITA.COM – Diah Permatasari kembali mengingat momen kebersamaannya dengan Aurelie Moeremans saat keduanya terlibat dalam satu judul sinetron sekitar tahun 2013, menyusul viralnya buku Broken Strings. Dalam kesempatan tersebut, Diah mengaku tidak pernah menyadari adanya peristiwa kelam yang di alami Aurelie, sebagaimana yang kini terungkap lewat buku tersebut.
Menurut Diah, selama proses syuting, Aurelie di kenal sebagai sosok yang pendiam dan tertutup. Ia pun tak pernah melihat tanda-tanda kekerasan atau masalah serius yang di alami rekan mainnya itu.
Diah menceritakan, ia pertama kali di kenalkan dengan Aurelie melalui seorang pria yang di duga bernama Roby Tremonti. Sosok tersebut disebut-sebut sebagai Bobby dalam buku Broken Strings, yang merupakan aktor senior dan di duga terlibat dalam kasus child grooming.
“Waktu itu si laki-lakinya yang memperkenalkan diri ke saya, pas lagi break makan siang,” ujar Diah Permatasari saat berbincang di acara Rumpi No Secret Trans TV, Senin (19/1/2026).
Saat itu, Aurelie masih tampak sangat muda dengan penampilan polos layaknya remaja belasan tahun. Bahkan, dalam sinetron tersebut Aurelie masih mengenakan seragam SMA. Diah mengaku terkejut ketika pria tersebut memperkenalkan Aurelie sebagai istrinya.
“Saya lihat Aurelie masih kecil banget, polos banget. Terus syutingnya pakai seragam SMA. Saya kaget waktu dia bilang sudah menikah,” ungkap Diah.
Kala itu, Diah hanya melihat hubungan keduanya seperti pasangan pada umumnya. Ia tidak menangkap adanya kejanggalan atau tanda kekerasan yang dialami Aurelie.
Baru setelah membaca sebagian isi buku Broken Strings, Diah mulai memahami alasan di balik sikap Aurelie yang cenderung tertutup. Pengakuan dalam buku tersebut membuka matanya akan realitas yang selama ini tak ia sadari.
“Setelah ada buku ini, saya baru benar-benar notice. Saya sampai ngobrol sama suami, ternyata ada kejadian seperti ini,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran besar bagi Diah Permatasari, terutama dalam perannya sebagai seorang ibu. Ia mengaku kini lebih waspada dan aktif mengedukasi kedua anak lelakinya mengenai bahaya manipulasi dalam hubungan.
“Saya punya dua anak laki-laki, jadi saya selalu menekankan jangan pernah memperlakukan pasangan dengan manipulasi atau kekerasan,” kata Diah.
Menurutnya, edukasi mengenai child grooming dan hubungan yang sehat tidak hanya penting bagi anak perempuan, tetapi juga bagi anak laki-laki. Ia berharap anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang menghargai dan memperlakukan perempuan dengan baik.
“Seorang laki-laki itu harus gentle, harus memperlakukan perempuan sebaik mungkin. Kalau sudah tidak cocok, sampaikan dengan baik. Kata-kata itu bisa menyakiti,” tuturnya.
Diah menegaskan, meski tidak memiliki anak perempuan, naluri seorang ibu tetap berperan penting dalam melindungi anak-anak dari potensi bahaya di sekitar mereka.***
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…