Diduga terjadi Penyimpangan Dana Desa, Kades Pelayang Raya Rela Berikan Uang Tutup Mulut
SUNGAIPENUH, SB – Kades Pelayang Raya, belakangan ini menjadi buah bibir dari masyarakat dan dimedia sosial, hal ini pasca oknum wartawan ditangkap polisi diduga setelah menerima uang tutup mulut dari Kepala Desa (Kades).
Modusnya, oknum tersebut mengancam akan mempublikasikan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Dana Desa jika permintaan uang tidak dipenuhi.
Merasa terintimidasi akan mempublikasi dugaan penyimpangan Dana Desa, Kepala Desa Pelayang Raya akhirnya memberikan uang sebesar Rp 3 juta dari total permintaan Rp 5 juta kepada oknum wartawan tersebut.
Dengan adanya kejadian tersebut menjadi perhatian publik dan menuai reaksi keras dari kalangan aktivis dan masyarakat Kota Sungaipenuh.
Iwan Efendi, salah satu aktivis Kerinci, mengecam keras tindakan pemerasan tersebut. Ia juga menyoroti sikap kepala desa yang justru menyerahkan uang, yang menurutnya menimbulkan tanda tanya besar.
“Apa yang telah dilakukan oknum wartawan ini kami kecam keras. Tapi yang juga menjadi pertanyaan, kenapa kepala desa mau memberikan uang? Kalau memang tidak ada penyelewengan, kenapa takut diungkap?” kata Iwan.
Iwan mendesak pihak Inspektorat dan BPK segera mengaudit penggunaan Dana Desa Pelayang Raya tahun 2024. Ia menilai tindakan kepala desa justru memperkuat dugaan bahwa ancaman oknum wartawan itu memang berdasarkan indikasi penyalahgunaan anggaran.
“Kepala desa juga harus diperiksa. Jangan tutup mata. Inspektorat wajib menindaklanjuti dan memeriksa ulang seluruh penggunaan Dana Desa tahun ini,” tegasnya.
Bahkan, Iwan menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi ke Kantor Inspektorat Kota Sungai Penuh jika permintaan audit tidak segera ditindaklanjuti.
“Kami akan menggelar aksi di Kantor Inspektorat Sungai Penuh jika persoalan ini dibiarkan dan tidak ada tindak lanjut audit secara menyeluruh, ini menyangkut uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan,” pungkas Iwan.
Diduga terjadi Penyimpangan Dana Desa, Kades Pelayang Raya Rela Berikan Uang Tutup Mulut
Arsya salah seorang masyarakat Kota Sungaipenuh juga mempertanyakan kasus tersebut. Ia menyebutkan jika tidak ada masalah, kades tidak akan memberikan uang kepada Oknum tersebut.
“Ini pasti ada udang dibalik batu, jika memang tidak ada masalah Kades pasti tidak akan memberikan uang yang jumlahnya lumanyan besar,” katanya.
Ia minta kepada Inspektorat Kota Sungaipenuh dan aparat hukum memeriksa Kades Pelayang Raya. “Kita minta inspektorat terbuka kepada masyarakat terkait dengan pemeriksaan DD di setiap desa yang ada di Kota Sungaipenuh,” tutupnya.(Fra)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…