Oplus_131072
SIGNALBERITA.COM – Dalam memenuhi Gizi bagi anak santri, Pondok pesantren di Indonesia turut berperan aktif menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai pesantren di Indonesia telah di dirikan.
Direktur Pesantren, Basnang Said, mengungkapkan saat ini terdapat 40 SPPG yang di kelola langsung oleh pesantren.
“Alhamdulillah, hingga saat ini sudah ada 40 titik pesantren yang memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ini selaras dengan semangat Hari Santri yang bukan hanya merawat tradisi keilmuan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan santri,” ujarnya dalam Press Conference Road to Hari Santri 2025, Jumat (19/9/2025), di Aroem Ballroom, Jakarta.
Basnang menambahkan, dengan adanya program MBG, pesantren berbayar dapat mengalihkan dana makan siang ke kegiatan lain.
“Jadi nanti bagi pondok pesantren yang berbayar, alokasi uang makan siangnya bisa dialihkan ke penambahan program ekstrakurikuler,” jelasnya.
Basnang menegaskan bahwa Hari Santri adalah momentum bagi semua pihak yang berkhidmat pada negara.
“Hari Santri ini bukan hanya milik santri, tetapi juga milik seluruh rakyat Indonesia yang berkomitmen menjaga NKRI. Karena itu, kita akan melibatkan semua ormas Islam, mulai dari PBNU, PP Muhammadiyah, hingga masyarakat luas,” katanya.
Acara konferensi pers ini turut dihadiri Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno, Staf Khusus Menag bidang Kebijakan Publik, Media, dan Pengembangan SDM Ismali Cawidu, serta Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar.
Amien Suyitno menegaskan bahwa penetapan Hari Santri merupakan bentuk pengakuan negara atas peran historis santri dalam perjuangan kemerdekaan.
“Hari Santri tidak boleh hanya dipandang sebagai peringatan seremonial semata. Ini adalah momentum strategis untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa, meneguhkan moderasi beragama, cinta tanah air, serta semangat persatuan,” ujarnya.
Menurut Amien, ada dua hal penting yang membedakan peringatan Hari Santri 2025 dengan tahun-tahun sebelumnya.
Pertama, adanya delapan agenda besar yang mencerminkan komitmen santri membangun negeri.
Kedua, komitmen negara dalam memberikan pengakuan dan kontribusi nyata bagi pesantren.
“Jadi ini sifatnya resiprokal. Negara hadir melalui program seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara santri memberikan komitmen dan kontribusi nyata bagi bangsa,” jelas Amien.
Tahun ini, Hari Santri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”
Tema tersebut menegaskan peran santri sebagai penjaga moral dan peradaban bangsa, yang bersikap khidmat, rendah hati, namun memiliki wawasan global.***
SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Tradisi adat Kenduri Sko Karang Setio TAP di wilayah Depati Dua Nenek,…
SIGNALBERITA.COM - Honda ADV160 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu skutik petualang paling di minati…
SIGNALBERITA.COM - Ramuan bawang putih dan madu di kenal dalam pengobatan tradisional dan sering di…
SIGNALBERITA.COM - Muncul benjolan berisi nanah sering kali menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada…
SIGNALBERITA.COM – Arsenal di pastikan menghadapi Atletico Madrid di babak semifinal Liga Champions. Meski sempat…
SIGNALBERITA.COM - Persaingan motor listrik di Indonesia kian panas pada 2026. Dua nama yang paling…