SUNGAI PENUH – Pekerjaan proyek milik Perumda Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh berpotensi mengalami kendala setelah satu unit alat berat jenis excavator yang di sewa dari UPTD Workshop Dinas PUPR Kota Sungai Penuh terbenam saat di gunakan untuk pengerukan.
Berdasarkan informasi yang di himpun, excavator milik Pemerintah Kota Sungai Penuh tersebut telah terjebak di dalam lumpur selama lebih dari dua pekan. Kondisi itu di khawatirkan menghambat pelaksanaan proyek Perumda Tirta Khayangan yang bernilai puluhan miliar rupiah.
Sejumlah upaya telah di lakukan untuk mengevakuasi alat berat tersebut dari lokasi. Namun hingga kini proses evakuasi belum membuahkan hasil.
Selain berpotensi menghambat pekerjaan proyek, excavator itu juga di khawatirkan mengalami kerusakan karena terlalu lama terendam lumpur.
Kepala UPTD Workshop Dinas PUPR Kota Sungai Penuh, H. Heri, saat di konfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan excavator tersebut memang di sewa oleh Perumda Tirta Khayangan dan telah terbenam selama lebih dari dua minggu.
“Ya, benar. Alat berat itu milik kami yang di sewa oleh Perumda Tirta Khayangan. Sudah lebih dari dua minggu terbenam. Berbagai upaya untuk mengeluarkannya sudah di lakukan, tetapi hingga saat ini belum berhasil,” ujarnya.
Saat di tanya mengenai pihak yang bertanggung jawab atas proses evakuasi alat berat tersebut, H. Heri menegaskan bahwa tanggung jawab berada pada pihak penyewa.
“Itu menjadi tanggung jawab PDAM karena mereka yang menyewa alat tersebut. Rencana awal penyewaannya hanya untuk satu minggu,” katanya.
Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Khayangan Edi Alfarizi, saat di konfirnasi mengatakan bahwa alat berat yang di kontrak oleh PDAM sudah terbenam di lokasi pembersihan kolam lumpur, dan itu sudah dia minggu.
Namun dirinya memastikan bahwa alat berat tersebut tidak berpengaruh pada pekerjaan proyek PDAM yang sedang berjalan karena pembersihan lokasi proyek sudah di lakukan.
“Tidak ada pengaruh karena alat berat itu memang di kontrak untuk pembersihan lokasi proyek, pembersihan jalan masuk, namun setelah selesai. Kami melakukan pembersihan kolam lumpur, kami tidak tahu kenapa bisa terendam selama ini juga alat itu yang kami kontrak untuk pembersihan kolam lumpur “Jelasnya
Pembersihan kolam lumpur PDAM di lakukan secara rutin karena lumpur sudah tinggi. pembersihan kolam lumpur itu di luar kegiatan proyek.
Di singgung soal siapa yang bertanggung jawab untuk mengangkat alat berat yang terjebak dalam lumpur, Direktur utama tirta khayanhan mengatakan bahwa itu tanggungjawab PUPR karena operator dan pengawasan mereka. ” Untuk mengangkat alat yang terendam bukan tanggung jawab kami, “tegasnya.(spl)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…