Fenomena Wolf Moon Supermoon Warnai Langit Awal 2026, Dapat Disaksikan dari Indonesia

Fenomena Wolf Moon Supermoon Warnai Langit Awal 2026, Dapat Disaksikan dari Indonesia

JAKARTA — Fenomena astronomi Wolf Moon supermoon akan menghiasi langit pada 3 Januari 2026. Peristiwa ini menjadi supermoon pertama pada tahun 2026 dan dapat disaksikan dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Wolf Moon merupakan sebutan tradisional untuk bulan purnama pertama pada musim dingin di belahan Bumi utara. Pada tahun ini, fase purnama tersebut bertepatan dengan posisi Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi atau perigee, sehingga tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibandingkan bulan purnama biasa.

Berdasarkan informasi BBC Sky at Night Magazine, puncak Wolf Moon terjadi pada pukul 05.03 waktu New York, 10.03 waktu London, 19.03 waktu Tokyo, dan 21.03 waktu Sydney. Jika dikonversikan ke waktu Indonesia bagian barat, fenomena ini dapat mulai diamati sekitar pukul 17.03 WIB.

Selain berstatus supermoon, Wolf Moon tahun ini juga menarik perhatian karena posisinya yang tampak berdekatan dengan planet Jupiter di langit senja. Jupiter akan terlihat berada tepat di bawah Bulan, menciptakan pemandangan kosmik yang menonjol bagi pengamat langit dan fotografer.

Fenomena supermoon terjadi karena orbit Bulan berbentuk elips. Ketika fase purnama bertepatan dengan jarak terdekat Bulan ke Bumi, ukuran dan kilau Bulan tampak lebih mencolok, meski secara ilmiah perbedaannya relatif kecil. Efek visual biasanya paling dramatis saat Bulan berada dekat garis horizon.

Wolf Moon juga memiliki makna budaya bagi sejumlah masyarakat tradisional. Bulan purnama Januari ini kerap dikaitkan dengan perubahan musim dan dinamika alam, termasuk perilaku satwa liar pada awal tahun.

Fenomena Wolf Moon 3 Januari 2026 dapat disaksikan dari Indonesia karena merupakan peristiwa astronomi global. Pengamatan disarankan dilakukan dari lokasi dengan langit cerah dan minim polusi cahaya, terutama saat Bulan terbit pada waktu senja. Penggunaan binokular atau kamera berlensa telefoto dapat membantu menangkap detail permukaan Bulan.***

Redaksi SB

Recent Posts

Wawako Azhar Hadiri HUT ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat

JAMBI, Signalberita.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam…

4 menit ago

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

3 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

4 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

5 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago