Film Pesta Babi: Sutradara Jelaskan Makna Tentang “Kolonialisme”

JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Setelah mendapatkan Sorotan Film Pesta Babi yang di tayangkan di Indonesia membuat Sutradara film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Cypri Paju Dale, akhirnya buka suara terkait polemik yang muncul setelah film tersebut ramai di perbincangkan publik.

Film garapannya bersama Dandhy Laksono itu menjadi sorotan usai sejumlah kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi di sebut mengalami penolakan di beberapa daerah.

Cypri menilai reaksi tersebut kemungkinan di picu penggunaan istilah “kolonialisme” dalam judul film. Menurutnya, istilah itu sengaja di pilih sebagai bagian dari kerangka analisis untuk menggambarkan situasi masyarakat adat Papua secara lebih mendalam.

Dalam video yang di unggah akun Instagram Ekspedisi Indonesia Baru, Cypri mengatakan ada pihak-pihak tertentu yang berusaha membatasi penyebaran film tersebut agar tidak di ketahui publik secara luas.

Ia menjelaskan bahwa dokumenter tersebut di buat berdasarkan riset sejarah dan antropologi yang di padukan dengan investigasi jurnalistik serta analisis kebijakan publik.

Istilah Kolonialisme Di nilai Mewakili Situasi Papua

Cypri menegaskan istilah kolonialisme di gunakan karena di anggap mampu merangkum berbagai persoalan yang terjadi di Papua secara menyeluruh. Menurutnya, istilah seperti konflik, pelanggaran HAM, deforestasi, militerisme, hingga ketimpangan pembangunan belum cukup menggambarkan situasi secara utuh.

Ia menyebut kolonialisme menjadi kerangka berpikir yang dapat menjelaskan keterkaitan berbagai persoalan tersebut sebagai sesuatu yang bersifat sistemik dan berlangsung dalam jangka panjang.

Selain itu, Cypri mengatakan istilah tersebut juga telah lama di gunakan sebagian masyarakat Papua dalam memaknai pengalaman mereka dalam relasi dengan Indonesia maupun bangsa lain.

Menurutnya, film dokumenter itu juga mendorong publik untuk mempertanyakan secara terbuka apakah praktik yang terjadi di Papua dapat di kategorikan sebagai bentuk penjajahan. Ia menilai diskusi semacam itu penting di lakukan secara jujur dengan merujuk pada amanat UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan.

Film Soroti Dampak PSN di Papua Selatan

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita merupakan film dokumenter produksi Ekspedisi Indonesia Baru yang dirilis pada 2026. Film tersebut menyoroti perjuangan masyarakat adat dalam mempertahankan hak atas tanah mereka.

Salah satu fokus utama film ini adalah proyek strategis nasional (PSN) di Papua Selatan yang di nilai sejumlah pihak berdampak terhadap lingkungan hidup serta kehidupan masyarakat adat setempat.

Ekspedisi Indonesia Baru sendiri di kenal sebagai gerakan dokumentasi perjalanan nusantara yang di gagas sejumlah jurnalis senior, termasuk Dandhy Laksono dan Farid Gaban.

Pemerintah Tegaskan Tak Larang Nobar

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak melarang kegiatan nobar maupun diskusi film dokumenter tersebut.

Yusril meminta masyarakat tidak terpancing hanya karena judul film yang di anggap kontroversial. Menurutnya, publik tetap berhak menonton dan mendiskusikan isi film secara terbuka.

Ia menilai kritik yang di sampaikan dalam film masih dalam batas wajar meski terdapat narasi yang dinilai provokatif. Karena itu, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan pro maupun kontra terhadap film tersebut.

Selain itu, Yusril mengatakan pemerintah dapat menjadikan kritik dalam film sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek strategis nasional di Papua Selatan.

Menurutnya, program pembukaan lahan di wilayah tersebut telah di mulai sejak 2022 pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan kini di lanjutkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan energi nasional.

Meski demikian, Yusril menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik serta evaluasi terkait pelaksanaan proyek di lapangan.***

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

2 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

3 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

4 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago