Fokus Pada Efesiensi dan Perluasan Manfaat, BGN Hentikan Penambah Dapur

JAKARTA, Signalberita.com — Dalam rangka Perluasan Manfaat MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah untuk menghentikan sementara penambahan dapur makan bergizi gratis (MBG) atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan, pihaknya menerapkan moratorium pembangunan titik dan dapur MBG baru. Pemerintah kini memilih menata jumlah dapur yang sudah beroperasi agar layanan berjalan lebih efektif.

“Efisiensi dilakukan melalui moratorium titik baru dan dapur-dapur baru,” ujar Nanik.

Saat ini, pemerintah mencatat sebanyak 27.877 dapur MBG telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kebijakan tersebut, BGN akan mengevaluasi kapasitas setiap dapur, termasuk melihat apakah jumlahnya sudah sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di masing-masing daerah.

BGN juga akan menata persebaran dapur MBG karena sebagian besar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pemerintah ingin memastikan distribusi layanan lebih merata ke berbagai wilayah.

Selain menata dapur, BGN melakukan penyesuaian sasaran penerima manfaat atau refocusing. Pemerintah akan memprioritaskan program MBG kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

Nanik mengatakan BGN akan mengevaluasi jumlah penerima manfaat yang saat ini mencapai sekitar 63 juta orang. Pemerintah akan memastikan bantuan gizi diberikan secara tepat sasaran.

BGN juga meningkatkan pengawasan terhadap kualitas makanan yang disediakan dapur MBG dengan memastikan seluruh layanan mengikuti petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, pemerintah berencana mengurangi penggunaan anggaran negara untuk pembangunan dapur MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Nantinya, pembangunan fasilitas tersebut dapat memanfaatkan dukungan dari CSR BUMN, hibah luar negeri, maupun sumber pendanaan lainnya.

Hingga Mei 2026, realisasi anggaran program MBG telah mencapai sekitar Rp88,15 triliun. Program tersebut telah tersalurkan kepada 48,9 juta siswa dan 14,3 juta penerima manfaat lainnya.

Dengan kebijakan moratorium ini, pemerintah berharap program MBG tetap berjalan optimal, anggaran lebih efisien, serta manfaat gizi dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.***

Redaksi SB

Recent Posts

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

25 menit ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

2 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

5 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago

Atari Bangkit dari Masa Sulit, Raup Keuntungan Berkat Strategi Game Klasik

JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…

6 hari ago