Gelombang Likuidasi Kripto Sentuh US$217 Juta
JAKARTA, Signalberita.com – Kondisi pergerakan pasar aset kripto saat ini kembali jadi gelombang likuidasi. Nilai likuidasi tercatat mencapai sekitar US$217,24 juta, dengan Ethereum (ETH) menjadi aset yang mengalami likuidasi terbesar di antara seluruh mata uang kripto.
Data perdagangan menunjukkan lebih dari 56 ribu trader kehilangan posisinya akibat pergerakan harga yang tajam. Kondisi ini terjadi ketika posisi dengan leverage tidak lagi memiliki margin yang cukup sehingga sistem menutupnya secara otomatis.
Ethereum memimpin daftar aset dengan nilai likuidasi tertinggi, yakni sekitar US$92,14 juta. Sementara itu, Bitcoin (BTC) berada di posisi kedua dengan nilai likuidasi sekitar US$37,48 juta.
Besarnya angka tersebut mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan derivatif pada dua aset kripto terbesar tersebut, sekaligus menunjukkan tingginya volatilitas pasar.
Gelombang likuidasi pasar kripto dari total likuidasi yang terjadi, sekitar US$159,37 juta berasal dari posisi short, sedangkan sekitar US$57,87 juta berasal dari posisi long.
Posisi short merupakan strategi yang di gunakan trader ketika memperkirakan harga aset akan turun. Namun, ketika harga justru bergerak naik, posisi tersebut dapat di tutup secara otomatis karena kerugian telah melampaui batas margin yang tersedia.
Dalam periode yang sama, tercatat sebanyak 56.452 trader mengalami likuidasi. Angka tersebut menunjukkan tingginya risiko perdagangan menggunakan leverage ketika pasar bergerak sangat fluktuatif.
Perubahan harga yang berlangsung dalam waktu singkat dapat memicu penutupan posisi secara otomatis jika trader tidak memiliki margin yang memadai.
Menariknya, likuidasi tunggal terbesar pada periode tersebut bukan berasal dari aset kripto.
Posisi terbesar justru terjadi pada kontrak minyak Brent dengan nilai sekitar US$9,35 juta, menandakan tekanan pasar juga terjadi pada instrumen derivatif di luar aset digital.
Gelombang likuidasi menjadi salah satu indikator tingginya volatilitas di pasar. Meski demikian, data likuidasi tidak selalu menjadi penentu arah pergerakan harga selanjutnya.
Pelaku pasar tetap di sarankan memperhatikan indikator lain seperti volume perdagangan, open interest, sentimen pasar, serta analisis teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.
Volatilitas yang tinggi membuka peluang keuntungan, tetapi juga meningkatkan risiko kerugian, terutama bagi trader yang menggunakan fasilitas leverage.(*)
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…
JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…
SUNGAI PENUH, Signalberita.com – Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, secara resmi melepas para pelajar…