JAKARTA-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya kepekaan terhadap kondisi masyarakat sebagai fondasi utama dalam melahirkan pemimpin yang mampu menghadirkan kebijakan tepat sasaran. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu.
Dalam arahannya, Gibran menekankan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami persoalan dari balik meja kerja. Menurutnya, kemampuan membaca kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan berdampak nyata.
“Sebagai calon pemimpin, harus memiliki kepekaan terhadap apa yang terjadi di masyarakat. Pemimpin yang baik adalah mereka yang memahami langsung persoalan yang dihadapi rakyat,” ujar Gibran.
Peserta program tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur pemerintahan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), kalangan dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga peserta mancanegara yang mengikuti pendidikan kepemimpinan nasional.
Wapres mencontohkan persoalan distribusi pupuk yang selama ini kerap terkendala banyaknya regulasi yang tumpang tindih. Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan proses penyaluran menjadi rumit, biaya meningkat, dan pada akhirnya merugikan petani.
Ia menilai berbagai permasalahan seperti itu hanya dapat dipahami secara utuh apabila pemimpin turun langsung ke lapangan dan berdialog dengan masyarakat yang merasakan dampaknya.
Karena itu, Gibran mendorong para peserta Lemhannas untuk aktif mendengarkan aspirasi masyarakat, baik dari kalangan petani, nelayan, kepala desa, maupun kelompok masyarakat lainnya. Melalui interaksi langsung tersebut, pemimpin dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai tantangan yang dihadapi daerah.
Selain kepekaan sosial, Gibran juga menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam proses penyusunan dan pelaksanaan kebijakan. Menurutnya, kebijakan yang baik harus dibangun berdasarkan kondisi riil masyarakat dan disampaikan secara efektif agar dapat diterima serta didukung oleh publik.
Ia berharap para peserta mampu menjadi pemimpin yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan rakyat setelah menyelesaikan pendidikan di Lemhannas.
Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, menjelaskan bahwa para peserta telah mendapatkan berbagai materi strategis yang mencakup wawasan kebangsaan, kepemimpinan nasional, ketahanan nasional, geopolitik, serta geostrategi sebagai bekal menghadapi tantangan kepemimpinan di masa depan.(*)
JAMBI, Signalberita.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam…
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…