Harga Emas Dunia Melemah, Ketidakpastian Timur Tengah Masih Jadi Sorotan
SIGNALBERITA.COM – Harga emas dunia kembali bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Setelah sempat menguat di awal sesi akibat harapan meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, logam mulia tersebut akhirnya di tutup melemah tipis karena ketidakpastian geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia kembali membayangi pasar.
Berdasarkan laporan pasar global, harga emas spot turun sekitar 0,08% ke level US$ 4.687 per ons troi. Sementara emas berjangka AS justru masih mampu bertahan di zona positif dengan kenaikan tipis menuju US$ 4.696 per ons troi.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait potensi gencatan senjata serta pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz. Harapan damai sempat membuat investor mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
Namun kondisi berubah setelah muncul laporan bahwa Iran belum sepenuhnya menyetujui skema pembukaan Selat Hormuz yang di ajukan Amerika Serikat. Situasi ini memicu kekhawatiran baru di pasar global dan mendorong harga minyak kembali naik.
Kenaikan harga energi di nilai dapat meningkatkan tekanan inflasi global, sehingga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed di perkirakan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas biasanya menjadi kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen keuangan lainnya. Meski begitu, emas tetap di pandang sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.
Analis pasar memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan tren bullish apabila tekanan inflasi mulai mereda dan The Fed mulai membuka peluang penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Selain itu, meningkatnya permintaan emas dari bank sentral dunia juga menjadi faktor pendukung penguatan harga logam mulia. Bank sentral China di laporkan kembali menambah cadangan emas pada April 2026, memperpanjang tren akumulasi emas selama 18 bulan berturut-turut.
Tidak hanya emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami pergerakan cukup tajam. Harga perak melonjak sekitar 1,4% dan mencapai level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Sebaliknya, platinum dan palladium justru mengalami tekanan cukup dalam akibat kekhawatiran perlambatan permintaan industri global.
Investor kini menantikan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang di jadwalkan rilis Jumat waktu setempat. Data tersebut di perkirakan menjadi salah satu penentu arah kebijakan moneter The Fed sekaligus memengaruhi pergerakan harga emas dunia dalam jangka pendek.***
JAMBI, Signalberita.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam…
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…