Harga XRP Terancam Turun ke US$0,90
Signalberita.com – Kendati pergerakan XRP saat ini perdagangan di kisaran US$1,10 hingga US$1,34, sejumlah analis memperingatkan bahwa aset digital besutan Ripple tersebut masih berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut.
Analis kripto ternama, Ali Martinez, Harga XRP Bisa Anjlok hingga menyentuh level US$0,90 apabila gagal mempertahankan area support penting di sekitar US$1,10. Prediksi tersebut muncul setelah indikator teknikal menunjukkan tren penurunan yang belum sepenuhnya berakhir.
Dalam analisis terbarunya, Martinez menjelaskan bahwa XRP masih bergerak dalam pola descending channel atau saluran menurun yang telah terbentuk sejak harga mencapai puncak di sekitar US$3,80 pada tahun lalu.
Pola tersebut umumnya mencerminkan dominasi tekanan jual selama harga belum mampu menembus garis resistensi utama.
Selain itu, indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik mingguan berada di level sekitar 31. Angka ini memang mendekati area jenuh jual (oversold), namun belum memberikan sinyal kuat bahwa pembalikan tren akan segera terjadi.
Kondisi tersebut membuat banyak pelaku pasar masih berhati-hati dalam mengambil posisi beli dalam jangka pendek.
Tekanan terhadap XRP juga datang dari data likuidasi pasar derivatif. Saat ini terdapat konsentrasi posisi leverage yang cukup besar di area US$1,08 hingga US$1,05.
Jika harga turun ke zona tersebut, gelombang likuidasi berpotensi memicu tekanan jual tambahan yang dapat mempercepat penurunan harga.
Di sisi lain, terdapat akumulasi posisi short pada rentang US$1,17 hingga US$1,20. Apabila XRP berhasil menembus area itu, peluang terjadinya short squeeze dapat muncul dan memberikan dorongan kenaikan sementara.
Meski demikian, XRP masih harus menembus level resistensi yang lebih tinggi di kisaran US$1,31 hingga US$1,50 untuk membatalkan struktur tren bearish yang saat ini mendominasi pasar.
Menariknya, tekanan harga tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental jaringan XRP Ledger (XRPL).
Dalam 30 hari terakhir, XRPL mencatat aliran aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA) sekitar US$1,5 miliar. Angka tersebut menunjukkan aktivitas jaringan yang masih berkembang meski harga XRP sedang mengalami tekanan.
Tak hanya itu, nilai kapitalisasi pasar aset tokenisasi di jaringan XRPL di laporkan meningkat lebih dari 124 persen sepanjang kuartal pertama 2026 hingga mencapai sekitar US$2,25 miliar.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa adopsi teknologi XRPL masih terus berlangsung dan menjadi salah satu faktor positif bagi prospek jangka panjang ekosistem XRP.
Dengan kondisi Harga XRP Bisa Anjlok saat ini, XRP berada di titik krusial. Dari sisi teknikal, peluang koreksi menuju US$0,90 masih terbuka jika support utama gagal dipertahankan.
Namun di sisi lain, pertumbuhan aktivitas jaringan dan meningkatnya penggunaan aset tokenisasi menjadi sinyal bahwa fundamental XRP masih relatif kuat.
Karena itu, investor di sarankan untuk tetap mencermati perkembangan pasar, memperhatikan level support dan resistance penting, serta melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi di tengah tingginya volatilitas pasar kripto.(*)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…