JAKARTA – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tajam pada Senin (15/6), didorong membaiknya sentimen global setelah muncul kabar tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang turut memicu penurunan harga minyak dunia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan di level 6.254,97 atau melonjak 247,31 poin setara 4,12 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Kinerja positif juga ditunjukkan indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan dengan kenaikan 27,23 persen menjadi 624,68.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menjelaskan bahwa optimisme investor meningkat setelah kedua negara dikabarkan mencapai kesepakatan yang dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni 2026.
Menurutnya, perkembangan tersebut memberikan dampak langsung terhadap pasar energi global. Harga minyak mentah terkoreksi lebih dari 4 persen seiring ekspektasi normalisasi pasokan dan dibukanya kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Harga minyak jenis WTI bergerak di kisaran 80 dolar AS per barel, sementara Brent berada di sekitar 83 dolar AS per barel.
Penurunan harga minyak dipandang sebagai kabar positif bagi perekonomian domestik karena berpotensi menekan laju inflasi serta mengurangi risiko tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Untuk perdagangan berikutnya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.150 hingga 6.400, dengan perhatian investor masih tertuju pada perkembangan geopolitik dan pergerakan harga komoditas global.
Sepanjang hari, IHSG dibuka di zona hijau dan mampu mempertahankan tren penguatan hingga akhir sesi perdagangan. Tidak hanya indeks utama, mayoritas sektor juga mencatatkan kenaikan signifikan.
Sektor bahan baku menjadi pemimpin penguatan dengan lonjakan 7,28 persen. Disusul sektor industri yang naik 4,63 persen serta sektor keuangan yang menguat 3,70 persen.
Pada jajaran saham, TRON, BAJA, GPSO, BUKK, dan ATAP menjadi emiten dengan kenaikan tertinggi. Sebaliknya, ABDA, BCIC, ASPR, TMPO, dan DFAM masuk dalam daftar saham yang mengalami pelemahan paling besar.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 3,25 juta kali. Sebanyak 54,61 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp30,14 triliun.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 603 saham ditutup menguat, 125 saham melemah, dan 90 saham bergerak stagnan.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga menunjukkan kinerja positif. Indeks Nikkei memimpin penguatan dengan kenaikan 5,33 persen, diikuti Shanghai Composite yang naik 1,61 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng dan Strait Times masing-masing ditutup melemah 0,50 persen dan 1,02 persen.(*)
JAMBI, Signalberita.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam…
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…