SEOUL-Kerja sama pengembangan pesawat tempur generasi terbaru antara Indonesia dan Korea Selatan memasuki fase baru. Setelah proyek pengembangan KF-21 Boramae dinyatakan selesai, Indonesia bersiap menerima satu unit pesawat prototipe sebagai bagian dari kesepakatan yang telah dijalin kedua negara selama bertahun-tahun.
Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, mengungkapkan bahwa program pengembangan bersama KF-21 yang berlangsung lebih dari satu dekade telah mencapai tahap akhir pada Juni 2026. Sebagai tindak lanjut dari penyelesaian proyek tersebut, Korea Selatan akan menyerahkan satu dari enam unit prototipe yang telah diproduksi kepada Indonesia.
Menurut Cecep, proses penyerahan pesawat saat ini tengah menunggu realisasi teknis dan administrasi agar dapat segera dilakukan. Ia menegaskan bahwa setelah fase pengembangan berakhir, fokus kerja sama akan bergeser pada pemanfaatan teknologi dan peluang kolaborasi lanjutan di sektor pertahanan.
Proyek KF-21 menjadi salah satu tonggak penting dalam hubungan pertahanan Indonesia-Korea Selatan. Selain melibatkan pengembangan teknologi pesawat tempur modern, program ini juga membuka akses bagi Indonesia terhadap peningkatan kemampuan industri pertahanan nasional melalui transfer teknologi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Hubungan pertahanan kedua negara sendiri telah terjalin sejak lama. Indonesia tercatat sebagai salah satu pengguna awal produk industri pertahanan Korea Selatan, mulai dari pesawat latih hingga berbagai sistem persenjataan lainnya. Kemitraan tersebut terus berkembang melalui berbagai proyek strategis, termasuk pengadaan pesawat militer dan pembangunan kapal selam.
Cecep menilai kerja sama dengan Korea Selatan memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar pembelian alat utama sistem persenjataan. Menurutnya, aspek alih teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga ahli menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi pengembangan industri pertahanan Indonesia.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Persahabatan Anggota Parlemen Korea Selatan-Indonesia, Kim Gi-Hyeon, menyatakan bahwa industri pertahanan Korea Selatan saat ini memiliki daya saing tinggi berkat kemampuan teknologi yang maju dan biaya produksi yang relatif efisien. Ia meyakini kerja sama yang lebih erat dengan Indonesia akan memberikan keuntungan bagi kedua negara.
Satu unit prototipe KF-21 yang akan diserahkan kepada Indonesia merupakan pesawat kursi tunggal yang sebelumnya digunakan dalam berbagai pengujian penting, termasuk uji kemampuan pengisian bahan bakar di udara. Nilai paket penyerahan tersebut diperkirakan mencapai 600 miliar won, mencakup pesawat prototipe beserta komponen pendukung yang terkait dengan program pengembangannya.
Penyerahan prototipe KF-21 ini dipandang sebagai simbol keberhasilan kolaborasi strategis Indonesia dan Korea Selatan dalam membangun kemandirian industri pertahanan sekaligus memperkuat kemampuan teknologi militer kedua negara di masa depan.(*)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…