Foto: Ilustrasi (Signalberita.com)
JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Serangan jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Selama ini, kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan pola makan tidak sehat dan tingkat stres yang tinggi. Namun, seorang dokter mengungkap bahwa kebiasaan sederhana di pagi hari juga dapat berperan besar dalam meningkatkan risikonya.
Dokter umum yang aktif memberikan edukasi kesehatan melalui media sosial, Dr Sana Sadoxai, menyebutkan bahwa kurangnya aktivitas fisik setelah bangun tidur dapat berdampak negatif bagi kesehatan jantung. Menurutnya, banyak kasus serangan jantung berkaitan dengan pola hidup pasif yang di mulai sejak pagi hari.
“Risiko kesehatan bisa mulai muncul saat seseorang bangun tidur dan tetap tidak bergerak,” ujar Dr Sadoxai, seperti di kutip dari Mirror UK.
Dr Sadoxai menjelaskan, banyak orang mengawali pagi dengan langsung duduk atau berbaring sambil memainkan ponsel dan menggulir media sosial. Setelah itu, mereka terburu-buru memulai aktivitas tanpa melakukan gerakan fisik sama sekali.
Kebiasaan tersebut membuat tubuh tetap berada dalam kondisi pasif, yang berpotensi meningkatkan peradangan sejak pagi hari. Jika di lakukan secara terus-menerus, rutinitas ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
Beberapa dampak yang dapat muncul antara lain gangguan metabolisme, resistensi insulin, penumpukan lemak di area perut, tekanan darah tinggi, hingga peradangan kronis tingkat rendah. Kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama pada individu dengan berat badan berlebih atau obesitas.
Sebagai langkah pencegahan, Dr Sadoxai menegaskan bahwa aktivitas fisik ringan di pagi hari sudah cukup membantu tubuh beradaptasi setelah bangun tidur. Ia menyarankan melakukan gerakan ringan selama 5–7 menit.
Beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan, antara lain:
Peregangan tubuh
Latihan pernapasan sederhana
“Gerakan ringan di pagi hari dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, mengaktifkan metabolisme, menstabilkan kadar gula darah, serta mendukung kesehatan jantung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr Sadoxai menekankan bahwa berat badan, metabolisme, dan kesehatan jantung memiliki keterkaitan yang erat. Mengabaikan kebiasaan sehat sejak pagi hari dapat menjadi risiko tersembunyi bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tanda-tanda awal gangguan metabolisme yang kerap di abaikan, seperti lemak perut berlebih, mudah lelah, sesak napas ringan, di abetes, serta kelelahan kronis.
“Perubahan kecil yang di lakukan secara konsisten di pagi hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang,” pungkasnya.***
JAMBI, Signalberita.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam…
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…