Jargas di Kota Jambi Kian Diminati
SIGNALBERITA.COM – Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Kota Jambi terus menunjukkan tren peningkatan. Selain dinilai lebih hemat, penggunaan jargas juga dianggap lebih aman dan praktis, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha.
Salah satu pelaku usaha kuliner, Kevindra Try Nugraha, mengaku telah merasakan langsung manfaat penggunaan jargas. Ia mulai menggunakan jaringan gas sejak menjalankan usaha di Palembang, sebelum akhirnya menerapkannya di Jambi.
Menurutnya, penggunaan jargas mampu menekan biaya operasional secara signifikan. Jika sebelumnya pengeluaran bahan bakar mencapai Rp16-17 juta per bulan, kini turun menjadi sekitar Rp8-10 juta.
“Penghematannya bisa mencapai 50 hingga 60 persen. Dalam waktu 3-4 bulan saja, biaya pemasangan sudah kembali,” ujarnya.
Selain lebih hemat, jargas juga dinilai lebih praktis karena tidak lagi memerlukan penggantian tabung gas secara berkala.
Manfaat serupa juga dirasakan pelanggan rumah tangga. Seorang warga, M. Silaban, mengaku hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp60.000 hingga Rp70.000 per bulan untuk kebutuhan gas.
“Sudah 12 tahun pakai jargas, tidak pernah ada kendala. Api stabil dan aman,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat terus memperluas jaringan gas bumi agar lebih banyak masyarakat dapat menikmati manfaatnya, terutama bagi kalangan kurang mampu melalui dukungan anggaran negara.
Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas, Hasbi Anshory, menegaskan bahwa jargas merupakan solusi energi yang efisien dan ramah bagi masyarakat.
Menurutnya, selain menghemat biaya, penggunaan jargas juga membantu mengurangi beban subsidi LPG. “Tidak perlu antre, lebih praktis, dan mendukung efisiensi anggaran negara,” ujarnya.
Hasbi juga mendorong masyarakat yang mampu untuk memasang jargas secara mandiri guna mempercepat perluasan jaringan. Ia menilai keterbatasan anggaran membuat pembangunan jargas tidak bisa sepenuhnya bergantung pada APBN.
Ia turut mengajak pemerintah daerah untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, mengingat masih ada kekhawatiran terkait keamanan penggunaan gas bumi.
“Gas bumi lebih ringan dari LPG sehingga cepat menguap jika terjadi kebocoran. Ini aman, asalkan masyarakat memahami cara penggunaannya,” tegasnya.(Tim)
SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Tradisi adat Kenduri Sko Karang Setio TAP di wilayah Depati Dua Nenek,…
SIGNALBERITA.COM - Honda ADV160 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu skutik petualang paling di minati…
SIGNALBERITA.COM - Ramuan bawang putih dan madu di kenal dalam pengobatan tradisional dan sering di…
SIGNALBERITA.COM - Muncul benjolan berisi nanah sering kali menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada…
SIGNALBERITA.COM – Arsenal di pastikan menghadapi Atletico Madrid di babak semifinal Liga Champions. Meski sempat…
SIGNALBERITA.COM - Persaingan motor listrik di Indonesia kian panas pada 2026. Dua nama yang paling…