foto Istimewa (ilustrasi)
Nama Bahlil ternyata bukan lah nama Bahlul. Karena dalam KBBI tidak ada arti kata Bahlil. Namun Kata Bahlul diterangkan di KBBI cuma disebut banyak digunakan orang untuk menyebut orang bodoh. Sering orang mengira itu berasal dari bahasa Arab. Padahal sebenarnya bukan.Newspaper subscription
Tapi Kadang kala kata tersebut tidak menerangkan asal usul kata Bahlul itu. Kalau kata Bodoh dalam bahasa Arab adalah Aqmal atau jah. Aqmalun atau jahilun artinya orang bodoh.
Tapi Bahlil bukan Bahlul. Bahlil mah orang pinter cuma sering kali keblinger.
Pada saat menjadi Menteri menteri investasi, Bahlil hadir di pulau Rempang, malah disambut demo masyarakat yang menolak dipindah ke pulau Galang. Bahlil (Lahadalia) pula yang membuat ormas Islam tergoncang lantaran kasus pemberian izin usaha pertambangan bagi ormas.
Setelah menjadi Meteri Investasi Bahlil Kembali mengguncang negeri. Karena Tak lama pindah kursi dari menteri Investasi ke ESDM kembali dia buat gaduh dengan rencananya.
Hal itu lantaran di mencoba menggubah skema distribusi gas ( bersubsidi) 3 kg.
Masyarakat pun di larang membeli gas LPG 3 Kg dari pengecer. Kebijakan yang di lakukan ini yang membuat pedagang kecil ikut menikmati sedikit keuntungan. Dia mau penjualan ke masyarakat dilakukan oleh pangkalan yang telah di tunjuk Pertamina.
Tujuan dari Kebijakan yang di ambil memang bertujuan untuk kepentingan Masyarakat. Agar Masyarakat juga bisa mendapatkan harga resmi (Rp. 18.000/galon). Tapi Dia tak paham bahwa pada umumnya jarak pangkalan dengan masyarakat itu jauh.
Walaupun harga resmi Rp 18.000 tapi ongkos jalan paling rendah Rp.10.000 jadi berapa tu barang?
Meski tujuan tersebut baik. Namun, dia terkesan tidak hati hati. Seperti pepatah mengatakan Ibarat melarai orang berkelahi, kalau tidak hati-hati malah bisa jontor mulut kena bogem. Dia ibarat orang tahu tujuan tapi tak tahu Kesasar dia.
Hal ini membuktikan bahwa Bahlil bukan Bahlul. Dia pinter tapi keblinger.
Namun, dalam dua hari terakhir sejak tanggal 1 Febuari masyarakat di perkampungan bergejolak. Mereka sulit mendapatkan gas ijo melon itu. Pengecer tidak jual. Ke pangkalan jauh. Ketika terpaksa ramai ramai ke pangkalan, mereka terpaksa ngantri. Kaya antri beras tahun 60 an.
Bahlil keblinger, kaya orang pinter, tapi kelakon kaya Bahlul.
Beruntuk Presiden Republik Indonesia Prabowo cepat respon terhadap hal ini. Menurut postingan yang berseliweran, katanya Presiden membatalkan peraturan buatan Bahlil yang (cuma) kaya Bahlul itu. Dan aturan distribusi gas melon dikembalikan ke aturan semula.
Prabowo memang keren, komentar teman teman saya di grup Diskusi Ngadu Bako.
Tapi Bahlil kok kaya Bahlul. Padahal Bahlil bukan Bahlul. Bahlil tenaga warisan dari suhu politik. Padahal Prabowo sempat ragu ketika Jokowi mengangkat dia menjadi menteri investasi.
Eh malah mas Wowo memindahkannya ke lobang tambang.
Keblinger lagi dia didalam lobang.
Dan diskusi Ngadu
Bako pun bubar.
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…