Kemarau Berdampak pada Debit Air Sungai Batanghari

Kemarau Berdampak pada Debit Air Sungai Batanghari

KOTAJAMBI, SB – Akibat musim kemarau yang berkepanjangan di provinsi Jambi, tidak hanya membuat lahan pertanian kekeringan. Namun, juga berdampak terhadap Debit air Batanghari.

Berdasarkan data dari Pos Duga Air Otomatis di Tanggo Rajo Jambi, pada Selasa (22/07/2025) ketinggian air Sungai Batanghari sudah turun lebih dari satu meter dari kondisi normalnya.

Petugas Pos Duga Air Tanggo Rajo, Syahruddin, mengungkapkan bahwa ketinggian air normal Sungai Batanghari di wilayah tersebut biasanya berada pada angka 9 meter.

Namun sejak dua minggu terakhir, permukaan air terus mengalami penurunan drastis.

“Pagi tadi tercatat 8,50 meter, siangnya 8,05 meter, dan biasanya menjelang sore bisa menyusut lagi hingga 7,80 meter, bahkan bisa mencapai 7,65 meter,” ujar Syahruddin.

Dia menjelaskan bahwa selain faktor kemarau, kondisi pasang surut air laut juga mempengaruhi fluktuasi air sungai. Namun, selama musim kemarau ini, tinggi muka air tak pernah kembali ke level normal.

Kemarau Berdampak pada Debit Air Sungai Batanghari

Bahkan di beberapa daerah hilir seperti Penyengat Rendah, kondisi air jauh lebih menyusut hingga dasar sungai tampak jelas.

“Di sana bahkan bisa diseberangi dengan jalan kaki karena dangkal sekali,” tambahnya.

Syahruddin atau akrab disapa Udin juga menyebutkan, fenomena penyusutan ini telah terjadi dalam dua bulan terakhir dan menjadi yang paling parah dalam satu tahun belakangan.

Dampaknya mulai terasa, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan mengandalkan air sungai sebagai sumber utama kebutuhan harian.

“Sudah mulai terasa dampaknya. Beberapa daerah alami kekeringan, kesulitan mendapatkan air bersih, dan terganggunya ekosistem sungai,” jelas Udin.

Tak hanya itu, surutnya air juga mengkhawatirkan dalam konteks penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Minimnya sumber air akan menyulitkan proses pemadaman jika terjadi kebakaran.

“Kalau sungai terus menyusut seperti ini dan ada kebakaran lahan, kita akan kesulitan air untuk pemadaman,” tandasnya.(Gda)

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

26 menit ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

1 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

3 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago