Kemenkes RI Keluarkan Peringatan Pasca Lima Orang Terinfeksi Virus Nipah di India

SIGNALBERITA.COM – Pemerintah India kembali melaporkan kemunculan virus Nipah setelah lima kasus infeksi terkonfirmasi di wilayah Barasat, Benggala Barat, hingga 25 Januari 2026. Munculnya kasus tersebut langsung memicu kewaspadaan di kawasan regional mengingat virus Nipah di kenal memiliki tingkat kematian tinggi dan hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus.

Dua kasus awal di ketahui terjadi pada tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit swasta di Benggala Barat. Keduanya merupakan perawat yang di duga tertular saat menjalankan tugas medis. Beberapa hari kemudian, otoritas kesehatan setempat kembali mengonfirmasi tiga kasus tambahan dengan virus yang sama.

Hasil penyelidikan sementara menyebutkan, kedua perawat tersebut kemungkinan terpapar saat menangani seorang pasien dengan gangguan pernapasan berat yang meninggal dunia sebelum sempat di lakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan infeksi Nipah.

Menindaklanjuti temuan tersebut, otoritas kesehatan India segera menerapkan langkah-langkah darurat berupa pelacakan kontak, karantina terbatas, serta pengawasan epidemiologis secara ketat di wilayah terdampak. Tercatat sekitar 180 orang telah menjalani pemeriksaan kesehatan, sementara sejumlah kontak berisiko tinggi di tempatkan dalam karantina.

Sejumlah Negara Asi Waspadai Virus Nipah

Kewaspadaan juga meningkat di sejumlah negara Asia. Thailand memperketat pengawasan dengan menerapkan skrining kesehatan terhadap pelancong yang datang dari India, khususnya dari wilayah Benggala Barat. Pemerintah Thailand mengimbau penumpang yang mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, gangguan kesadaran hingga kejang untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Selain Thailand, Nepal turut meningkatkan langkah antisipasi guna mencegah potensi penularan lintas negara. Virus Nipah sendiri di kategorikan sebagai patogen prioritas global oleh World Health Organization (WHO) karena potensi wabah besar serta dampak fatal yang di timbulkannya.

WHO mencatat, infeksi virus Nipah pada manusia dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut hingga peradangan otak (ensefalitis) yang berujung kematian. Pada sejumlah wabah sebelumnya, tingkat kematian di laporkan mencapai 40 hingga 75 persen.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan bahwa hingga saat ini belum di temukan kasus virus Nipah di Indonesia. Meski demikian.***

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

2 menit ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

1 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

2 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago