Kenali Tanda Stroke Pada Diri Kamu
Signalberita.com – Dalam dunia medis, Penyakit Stroke merupakan salah satu penyakit yang bisa terjadi siapa saja. Namun, ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui gejala awal stroke karena di anggap keluhan biasa.
Salah satu tanda stroke yang paling mudah dikenali adalah perubahan pada wajah, seperti mulut tiba-tiba mencong, wajah tampak turun di salah satu sisi, hingga mata sulit digerakkan.
Dokter Spesialis Saraf RS Pondok Indah Jakarta, dr. Bambang Tri Prasetyo Sp.N, mengatakan gejala pada wajah sering menjadi sinyal awal seseorang sedang mengalami serangan stroke.
“Pada kasus stroke, tanda awal sering terlihat dari wajah. Misalnya mulut mencong, air liur keluar terus, atau mata sulit melihat ke arah samping. Jika ada kecurigaan stroke, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit,” jelas dr. Bambang dalam wawancara daring pada 28 Oktober 2025.
Selain perubahan pada wajah, stroke juga bisa ditandai dengan beberapa gejala lain seperti:
Menurut dr. Bambang, gejala tersebut tidak boleh dianggap sepele karena stroke dapat berkembang sangat cepat dan menyebabkan kerusakan permanen pada otak.
Jika pasien dicurigai mengalami stroke, dokter biasanya akan melakukan CT Scan untuk mengetahui apakah stroke terjadi akibat perdarahan atau penyumbatan pembuluh darah di otak.
“CT Scan dilakukan untuk melihat apakah ada perdarahan pada jaringan otak. Jika tidak ditemukan perdarahan, maka kemungkinan besar stroke disebabkan sumbatan pembuluh darah,” ujarnya.
Pada rumah sakit dengan fasilitas lengkap, pemeriksaan tambahan seperti MRI atau MRA kepala juga dapat dilakukan agar dokter bisa melihat kondisi sumbatan secara lebih detail.
Dr. Bambang menegaskan bahwa gejala yang tampak ringan belum tentu berarti kondisi pasien tidak berbahaya.
Ada pasien yang masih bisa berjalan atau hanya mengalami bicara pelo, namun hasil pemeriksaan menunjukkan sumbatan pembuluh darah cukup luas.
“Kalau hasil CT Scan atau MRI menunjukkan sumbatan besar, maka itu tidak bisa disebut stroke ringan walaupun pasien masih terlihat mampu beraktivitas,” katanya.
Dokter menekankan bahwa pasien stroke idealnya mendapatkan penanganan medis kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.
Semakin cepat pasien dibawa ke rumah sakit, semakin besar peluang untuk mencegah kecacatan hingga kematian.
“Penanganan stroke berbeda tergantung waktu datang pasien. Ada terapi tertentu jika masih di bawah 4,5 jam, sedangkan setelah itu prosedurnya berbeda lagi,” jelas dr. Bambang.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan ketika menemukan tanda-tanda stroke.
Stroke umumnya dipicu oleh sejumlah faktor risiko seperti:
Data Riset Kesehatan Dasar juga menunjukkan faktor risiko stroke di Indonesia masih cukup tinggi, terutama akibat gaya hidup kurang sehat.
Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, antara lain:
Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin juga penting untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini.
Mulut mencong atau wajah tiba-tiba turun di salah satu sisi bisa menjadi tanda awal stroke yang tidak boleh diabaikan.
Penanganan cepat dalam waktu kurang dari 4,5 jam sangat menentukan peluang kesembuhan pasien dan mencegah risiko kecacatan permanen.
Masyarakat diimbau segera membawa pasien ke rumah sakit jika menemukan gejala stroke agar penanganan medis bisa dilakukan secepat mungkin.***
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…
JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…