Berita Daerah

Kenduri Sko Koto Baru, Menghidupkan Warisan Leluhur

Kenduri Sko Koto Baru, Menghidupkan Warisan Leluhur

Kota Sungai Penuh – Semangat pelestarian budaya kembali terasa hangat dalam gelaran Kenduri Sko Karang Setio TAP di wilayah adat Depati Dua Nenek, Kecamatan Koto Baru, Minggu (19/4/2026). Tradisi sakral ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang hidup bagi nilai-nilai leluhur yang terus dijaga masyarakat.

Ratusan warga tampak antusias memadati lokasi acara. Nuansa adat begitu kental saat para depati dan ninik mamak tampil mengenakan busana tradisional khas Kerinci, menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh kebanggaan budaya.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, hadir langsung bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah. Kehadiran jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, hingga tokoh masyarakat menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya lokal.

Kenduri Sko sendiri merupakan tradisi turun-temurun yang sarat makna. Selain sebagai wujud syukur, tradisi ini juga menjadi simbol penguatan identitas dan kebersamaan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.

Kemegahan acara semakin terasa dengan penampilan Tari Rangguk yang memukau. Gerakan yang kompak dan ritmis seakan menyampaikan pesan tentang harmoni, kebersamaan, dan penghormatan terhadap leluhur. Berbagai atraksi budaya lainnya turut menambah semarak suasana.

Dalam sambutannya, Wali Kota Alfin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kenduri Sko. Ia menegaskan bahwa budaya adalah jati diri daerah yang harus terus dirawat di tengah arus modernisasi.

“Kenduri Sko bukan hanya tradisi, tetapi juga perekat silaturahmi dan identitas masyarakat. Ini harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam melestarikan warisan budaya. Menurutnya, tanpa kepedulian bersama, nilai-nilai luhur tersebut berisiko tergerus zaman.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Sungai Penuh tetap teguh menjaga akar budaya. Kenduri Sko bukan sekadar agenda tahunan, melainkan napas kehidupan adat yang terus hidup dari generasi ke generasi.(Fra)

Redaksi SB

Recent Posts

Bangun Jam 4 Pagi Setiap Hari, Ini 7 Manfaat yang Bikin Hidup Lebih Sehat dan Produktif

SIGNALBERITA.COM - Bangun pagi, terutama sekitar pukul 04.00, memang tidak mudah bagi sebagian orang. Kebiasaan…

2 jam ago

Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Koto Baru, Wujud Pelestarian Budaya Leluhur

SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Tradisi adat Kenduri Sko Karang Setio TAP di wilayah Depati Dua Nenek,…

17 jam ago

Honda ADV160 2026: Ini Harga Tipe Tertinggi

SIGNALBERITA.COM - Honda ADV160 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu skutik petualang paling di minati…

22 jam ago

Ramuan Bawang Putih dan Madu, Benarkah Efektif sebagai Obat Kuat?

SIGNALBERITA.COM - Ramuan bawang putih dan madu di kenal dalam pengobatan tradisional dan sering di…

23 jam ago

Hati-hati Gusi Gigi Bengkak Bernanah, Ini Cara Mengatasi Agar Cepat Sembuh

SIGNALBERITA.COM - Muncul benjolan berisi nanah sering kali menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada…

24 jam ago

Atletico Singkirkan Barcelona, Arsenal Harus Lebih Waspada di Semifinal Liga Champions

SIGNALBERITA.COM – Arsenal di pastikan menghadapi Atletico Madrid di babak semifinal Liga Champions. Meski sempat…

1 hari ago