Kerinci Gelap dan Krisis Air Bersih, Bupati Kemana ?
KERINCI, SB – Sudah Tiga hari masyarakat kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh gelap dan kekeringan, sejak robohnya tower SUTT pada Sabtu dini hari (17/05/2025).
Hingga Senin sore (19/05/2025), masyarakat kabupaten Kerinci, mengeluh kondisi tidak jelaskan pemadaman yang dilakukan oleh pihak PLN Sungai Penuh.
Tidak aliran listrik yang dikeluhkan masyarakat tapi air pun dikeluhkan, hal ini lantaran tidak mengalirkannya air PDAM ke rumah warga, sehingga banyak warga yang kesulitan mendapat air bersih.
Namun, sangat disayangkan meski sudah Tiga hari telah dikeluhkan masyarakat hingga saat ini belum ada kebijakan dan solusi dari Bupati Kerinci bagi masyarakat yang terdampak pemadaman listrik dan tidak mengalirkan air bersih.
Padamnya PLN masih bisa dimaklumi karena bupati Kerinci tak punya kuasa mempercepat proses agar listrik segera beroperasi namun tidak mengalirnya air Perundang ke rumah warga mestinya ada perhatian serius dari Bupati Kerinci karena Perumda adalah milik Daerah.
Di warga Kerinci berada dalam kegelapan warga Kerinci juga dalam kehausan karena kesulitan mendapatkan air bersih. Salah seorang warga kerinci dari kecamatan Tanah cogok yang minta namanya tidak disebutkan mengaku kecewa dengan sikap Bupati Kerinci Monadi, yang tidak respon dengan kondisi yang dialami masyarakat Kerinci saat ini.
“Kita kecewa dengan Monadi Bupati Kerinci, kami sudahlah gelap karena aliran. Listrik pam, tapi yang lembut parah lagi adalah Air PDAM juga tidak mengalir, Bupati Kerinci di mana? Kepana Monadi tidak peduli dengan kondisi masyarakat kerinci yang saat ini sedang kehausan karena tidak dapatkan ada air bersih jangan untuk mandi cuci untuk minum saja sulit “kata sumber media ini.
Afriadi warga lain juga mengeluhkan kondisi yang sama, dimana Bupati Kerinci dinilai lambat dalam memikir Masyarakat yang sudah kekeringan air bersih
“Sudah Tiga hari kami merasakan kesulitan air bersih, ditambahkan lagi dengan listrik yang padam, harusnya ada langkah pak Bupati Monadi Mencari solusi, jangan sebut acara seremonial saja,”ungkap Afriadi warga Kerinci.
Menurutnya Kepala daerah harus memikirkan keluhan yang rasakan oleh masyarakat, karena semua aktivitas rumah tangga dan ekonomi masyarakat terhenti akibat tidak adanya air.
“Kami berharap pemerintah memikirkan keluhan yang dirasakan masyarakat, jangan hanya diduduk dikantor saja,”tambahnya.
Hal senada juga dikeluhkan Misna seorang ibu rumah tangga, karena akibat tidak mengalirnya air PDAM untuk memasak dan mandi pun kesulitan, seharusnya pemerintah kabupaten Kerinci memikirkan hal tersebut.
“Kami sangat sulit mencari air bersih, sudah 2 hari peralatan rumah tangga dirumah tidak dicuci karena tidak ada air, kalau pun ada air sumur sudah mengalami kekeringan akibat kemarau,”ucapnya.
Dirinya berharap perhatian dari Pemerintah kabupaten Kerinci dalam mencari solusi untuk mendistribusikan air bersih. “Harusnya ada kebijakan pak Bupati mengintruksikan kepada PDAM untuk distribusi air bersih ke masyarakat yang kekurangan air bersih,”harapnya.(Fra)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…